KPK Ciduk Bupati Bogor Ade Yasin, Ridwan Kamil Kaget

Rabu, 27 April 2022 18:40 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Bupati Bogor Ade Yasin saat saat meninjau Alun-alun Cirimekar di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa, 30 November 2021. ANTARA/HO-Pemkab Bogor

TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku kaget mendapat kabar penangkapan Bupati Bogor Ade Yasin dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya juga sangat kaget terus terang tadi pagi baca berita ada OTT KPK. Kami belum tahu perkaranya apa,” kata dia dalam sela-sela kunjungannya ke Cianjur, Rabu, 27 April 2022.  

Ridwan Kamil mengaku prihatin dengan kabar penangkapan tersebut padahal sudah berkali-kali mengingatkan kepala daerah di wilayahnya. Dalam setiap pelantikan kepala daerah misalnya dia selalu mengingatkan agar menjaga integritas, melayani sepenuh hati, serta profesional. 

“Saya sangat prihatin. Berkali-kali selalu di ingatkan, termasuk waktu pelantikan walikota Bandung bahwa memimpin dasarnya tiga. Ada integritas, melayani sepenuh hati, dan profesional. Kalau salah satu, seperti integritas patah seperti ini tentu ini sangat memprihatinkan,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menyatakan akan memantau perkembangan kasus tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menurut dia, akan mendukung penegakan hukum dan upaya pemberantasan korupsi.

“Kita akan monitor terus. Dan kita mendukung setiap penegakan hukum. Mau aparat kejaksaan, kepolisian, KPK dalam menegakkan dan memberantas potensi KKN, atau korupsi di Jawa Barat,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengaku sudah menghubungi Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan dan memintanya mengambil alih koordinasi dan kepemimpinan teknis. Salah satu yang dimintanya agar menjadi perhatian soal pengaturan mudik dan Lebaran 2022.

“Saya sudah mengontak wakil bupati Bogor untuk segera mengambili alih koordinasi dan kepemimpinan teknis. Minimal yang terdekat adalah Kabupaten Bogor harus lancar dalam melaksanakan manajemen mudik dan Lebaran, dan arus balik,” kata Ridwan Kamil.

KPK menggelar operasi tangkap tangan di wilayah Jawa Barat pada Selasa malam hingga Rabu pagi tadi. Dalam operasi itu, KPK meringkus Bupati Bogor Ade Yasin dan 11 orang lainnya, termasuk sejumlah pejabat Pemkab Bogor dan petigas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat.

Juru  Bicara KPK, Ali Fikri menyatakan Ade diduga terlibat tindak pidana korupsi berupa suap terkait laporan BPK. 

"Terkait pengurusan temuan laporan keuangan Pemkab Bogor," kata Ali.

Ali mengatakan KPK masih memeriksa pihak-pihak yang ditangkap, termasuk Ade Yasin. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status hukum mereka.

Ade Yasin menjadi Bupati Bogor kedua yang ditangkap KPK. Pada 2014, KPK juga pernah menangkap Rachmat Yasin yang tak lain merupakan kakak kandung Ade. Rachmat terjerat kasus korupsi pengadaan lahan saat itu dan menjalani hukuman lima tahun penjara. Sepekan setelah keluar, pada 2019, Rachmat kembali diciduk KPK. Kali ini dia disebut terlibat kasus gratifikasi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.  

Selain sebagai Bupati Bogor, Ade Yasin juga menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Jawa Barat. PPP enggan buka suara soal penangkapan Ade tersebut. Mereka menyatakan masih menunggu kepastian status Ade oleh KPK. 

Baca: Ade Yasin Diduga Suap Petugas BPK Soal Dana Hibah Rp 23 Miliar






Ridwan Kamil Merekam Momen, Netizen Malah Tanya Skincare Atalia Praratya

1 jam lalu

Ridwan Kamil Merekam Momen, Netizen Malah Tanya Skincare Atalia Praratya

Bagi Ridwan Kamil, merekam momen itu suatu keharusan sebagai cara untuk merawat kenangan.


Ridwan Kamil Usul Pembelian Pertalite Manual Tetap Dibuka: Kompensasi yang Belum Terakses Digital

3 jam lalu

Ridwan Kamil Usul Pembelian Pertalite Manual Tetap Dibuka: Kompensasi yang Belum Terakses Digital

Gubernur Jawa Barar Ridwan Kamil meminta warganya untuk terbiasa bertransaksi digital, termasuk membeli BBM Pertalite via aplikasi MyPertamina.


Ridwan Kamil Minta Bogor dan Bandung Tindak Tegas Holywings

5 jam lalu

Ridwan Kamil Minta Bogor dan Bandung Tindak Tegas Holywings

Ridwan Kamil meminta perizinan Holywings yang ada di Jawa Barat agar dievaluasi oleh bupati atau wali kota. Di Jabar ada di Bogor dan Bandung.


Pembelian Minyak Goreng dengan Pedulilindungi, Ridwan Kamil: Kita Coba Dulu

5 jam lalu

Pembelian Minyak Goreng dengan Pedulilindungi, Ridwan Kamil: Kita Coba Dulu

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta agar jangan dulu antipati dengan keputusan pemerintah menggunakan aplikasi Pedulilindungi dalam pembelian minyak goreng curah.


KPK Siap Hadapi Praperadilan yang Diajukan Mardani Maming

8 jam lalu

KPK Siap Hadapi Praperadilan yang Diajukan Mardani Maming

KPK menyatakan siap untuk menghadapi Praperadilan yang diajukan Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming.


Kejagung Tetapkan Emirsyah Satar Tersangka Kasus Korupsi Garuda, Ini Kata KPK

8 jam lalu

Kejagung Tetapkan Emirsyah Satar Tersangka Kasus Korupsi Garuda, Ini Kata KPK

KPK menyampaikan apresiasinya kepada Kejaksaan Agung yang telah melakukan penyidikan terkait dugaan korupsi Garuda Indonesia Tahun 2011-2021.


Ketum PPP Suharso Monoarfa Tak Khawatir Bersaing dengan Partai Baru

10 jam lalu

Ketum PPP Suharso Monoarfa Tak Khawatir Bersaing dengan Partai Baru

Suharso Monoarfa mengaku tidak khawatir harus bersaing dengan partai politik baru pada Pemilu 2024. Dia mengatakan hal itu bukanlah masalah


KPK Beri Pembekalan Antikorupsi bagi Kader Golkar

10 jam lalu

KPK Beri Pembekalan Antikorupsi bagi Kader Golkar

KPK akan menyampaikan materi tentang antikorupsi kepada kader Partai Golkar dalam kegiatan Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu


KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

21 jam lalu

KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan uang itu bisa kembali ke Indonesia karena bantuan pemerintah Amerika Serikat dalam kasus korupsi e-KTP.


Suharso Tegaskan Koalisi Indonesia Bersatu Bukan Sekoci Untuk Ganjar Pranowo

22 jam lalu

Suharso Tegaskan Koalisi Indonesia Bersatu Bukan Sekoci Untuk Ganjar Pranowo

Suharso membantah tudingan soalKoalisi Indonesia Bersatu dibentuk sebagai sekoci untuk Ganjar Pranowo maju capres 2024.