Bogor dan Tangerang Dikeluarkan dari Penilaian PPKM Jabodetabek, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pada 2016, Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah menjadi pengganti sementara Menteri ESDM, Arcandra Tahar yang diberhentikan dengan hormat. Arcandra diberhentikan karena memiliki dua kewarganegaraan. REUTERS/Darren Whiteside

    Pada 2016, Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah menjadi pengganti sementara Menteri ESDM, Arcandra Tahar yang diberhentikan dengan hormat. Arcandra diberhentikan karena memiliki dua kewarganegaraan. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa-Bali resmi diperpanjang sampai 1 November 2021. Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang dikeluarkan dari penilaian PPKM Jabodetabek pekan ini.

    Musababnya, dua kabupaten tersebut belum mencapai target vaksinasi sebagai prasyarat prasyarat penurunan level PPKM.

    "Bogor dan Tangerang akan dilakukan operasi khusus oleh TNI/Polri dan Kementerian Kesehatan dengan mengerahkan vaksinator-vaksinator untuk mempercepat target ini," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Senin, 18 Oktober 2021.

    Selama satu bulan terakhir, penurunan level untuk wilayah aglomerasi tertahan beberapa kabupaten dan kota yang belum mampu mencapai target vaksinasi. Salah satunya, sebagian besar kabupaten/kota di wilayah Jabodetabek yang seharusnya bisa turun ke level 2 tidak bisa turun level karena cakupan vaksinasi di kabupaten Bogor dan Tangerang belum mencapai target.

    Dengan dikeluarkannya Kabupaten Bogor dan Tangerang, ujar Luhut, daerah lain di wilayah aglomerasi Jabodetabek bisa turun level tanpa menunggu perbaikan di dua kabupaten tersebut.

    "Tadi Presiden memberikan arahan untuk tidak menahan terus kabupaten yang lain, maka Bogor dan Tangerang dikeluarkan dari Jabodetabek," tuturnya

    Berkaca dari kondisi tersebut dan atas persetujuan dari Presiden, ujar dia, syarat vaksinasi kabupaten/kota di aglomerasi diubah berdasarkan pencapaian kabupaten/kota itu sendiri, selama keseluruhan aglomerasi sudah memenuhi syarat WHO untuk turun level.

    "Dengan perubahan syarat vaksinasi untuk aglomerasi, mulai besok akan ada 54 kabupaten kota di level dua dan 9 kabupaten kota di level 1. Soal detail mengenai keputusan ini akan dituangkan melalui Inmendagri," ujar Luhut.

    DEWI NURITA

    Baca: PPKM Diperpanjang: Tempat Main Anak di Mal Dibuka dan Anak Boleh Masuk Bioskop


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)