Polisi Tetapkan 2 Orang yang Buang Limbah Ciu ke Bengawan Solo Jadi Tersangka

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas operasional intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi menunjukkan perbandingan air baku Sungai Bengawan Solo yang murni dengan air baku tercemar limbah alkohol di Desa Kadokan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 7 September 2021. Air baku dari Sungai Bengawan Solo itu tercemar limbah alkohol. ANTARA/Maulana Surya

    Petugas operasional intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi menunjukkan perbandingan air baku Sungai Bengawan Solo yang murni dengan air baku tercemar limbah alkohol di Desa Kadokan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 7 September 2021. Air baku dari Sungai Bengawan Solo itu tercemar limbah alkohol. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Semarang - Kepolisian Daerah Jawa Tengah menetapkan dua tersangka pencemaran Sungai Bengawan Solo. Kedua tersangka tersebut berinisial H, 36 tahun, dan J, 40 tahun, warga Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. 
     
    Polisi menemukan mereka sedang membuang limbah pada Jumat, 10 September 2021, pukul 15.00.
    "Tersangka H dan tersangka J melanggar  tindak pidana setiap orang yang melakukan dumping limbah dan atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Iqbal Alqudusy pada Jumat, 17 September 2021.
     
    Menurut polisi, limbah tersebut dibawa dari pengerajin minuman tradisional beralkohol alias ciu. Mereka lantas mengangkut limbah menggunakan dua mobil ke lokasi pembuangan. Limbah kemudian dibuang di empang yang berjarak sekitar 10 meter dari Sungai Samin, anak Sungai Bengawan Solo.
     
    Polisi juga menemukan barang bukti berupa dua mobil, dua tandon penampungan, mesin sedot, dan dua buat selang. Tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Markas Kepolisian Resor Sukoharjo.
     
    Polisi membidik para tersangka dengan Pasal 104 Undang-Udang Republik Indonesia Nomor  32 tahun 2009 tentang perlindungan dan atau pengelolaan lingkungan hidup. "Dengan ancaman hukuman penjara  paling lama tiga tahun dan pidana denda paling banyak tiga miliar rupiah," ujar Iqbal.
     
    Beberapa pekan terakhir di tengah debit air yang menurun karena kemarau, Sungai Bengawan Solo kembali tercemar. Aliran air di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut berubah warna dan aromanya.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rapor 2 Tahun Jokowi - Ma'ruf Amin, Beda Lembaga Beda Pula Hasilnya

    Pada 20 Oktober 2021, masa kerja Jokowi - Ma'ruf Amin tepat 2 tahun. Ada sejumlah lembaga mencatat ketidaksesuaian realisasi dengan janji kampanye.