Polda Jawa Tengah Selidiki Pencemaran Sungai Bengawan Solo

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunjukkan bangkai ikan di Sungai Bengawan Solo yang tercemar limbah alkohol di kawasan intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi, Desa Kadokan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 7 September 2021. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening Surakarta mengeluhkan terganggunya operasional produksi air minum di IPA Semanggi akibat tercemarnya air baku dari Sungai Bengawan Solo. ANTARA/Maulana Surya

    Warga menunjukkan bangkai ikan di Sungai Bengawan Solo yang tercemar limbah alkohol di kawasan intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi, Desa Kadokan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 7 September 2021. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening Surakarta mengeluhkan terganggunya operasional produksi air minum di IPA Semanggi akibat tercemarnya air baku dari Sungai Bengawan Solo. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Semarang - Kepolisian Daerah Jawa Tengah turun tangan menyelidiki pencemaran Sungai Bengawan Solo. Sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut kembali tercemari limbah. Akibatnya, aliran air Bengawan Solo berubah warna dan aroma.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng Komisaris Besar Iqbal Alqudusy menyatakan polisi telah menggelar penyelidikan ke perusahaan dan industri rumahan di sekitar Bengawan Solo. Tak hanya itu, dua desa sentra industri minuman tradisional di Kabupaten Sukoharjo pun menjadi perhatian kepolisian. "Desa tersebut adalah Mojolaban dan Polokarto," kata Iqbal, Senin, 13 September 2021.

    Hasil penyelidikan menunjukkan Desa Polokarto belum memiliki instalasi pengelolaan air limbah. Selama ini pengusaha minuman tradisional, yang biasa disebut Ciu, memanfaatkan limbah untuk pupuk sawah dan dibuang ke peternakan serta sungai.

    "Sebagian dibuang di aliran Sungai Samin," ujar Kabid Humas. Samin merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

    Menurutnya, belum ditemukan pembuangan limbah beracun dan berbahaya (limbah B3) secara sengaja di daerah aliran sungai. "Tapi penyelidik mendapat indikasi adanya pembuangan limbah non B3 di sekitar sungai," ungkap Iqbal.

    Iqbal mengungkapkan polisi telah memeriksa dua perusahaan di bantaran Bengawan Solo dan anak sungainya. Kedua perusahaan tersebut pernah mendapat sanksi administrasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng karena masalah limbah.

    Selanjutnya, Polda Jawa Tengah akan meminta daftar perusahaan yang pernah diberi sanksi oleh DLHK Jateng karena melanggar ketentuan pengelolaan limbah. "Untuk melihat sejauh mana perusahaan tersebut telah melaksanakan sanksi administrasi," kata Iqbal ihwal dugaan pencemaran Sungai Bengawan Solo. 

    Baca juga: Ganjar Pranowo Bakal Panggil Perusahaan Pencemar Bengawan Solo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.