Markas TNI Diserang TPNPB - OPM, Pangdam Kasuari: Akan Kami Kejar dan Tangkap

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI mengusung peti berisi jenazah Pratu Sul Ansyari Anwar saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat, 3 September 2021. ANTARA/Abriawan Abhe

    Anggota TNI mengusung peti berisi jenazah Pratu Sul Ansyari Anwar saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat, 3 September 2021. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Maybrat - Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayor Jenderal I Nyoman Cantiasa mendatangi pos persiapan Koramil kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Sabtu, 4 September 2021. Lokasi ini merupakan tempat penyerangan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM). Empat anggota TNI tewas dalam insiden ini.

    Gubernur Dominggus Mandacan, Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Tornagogo Sihombing, dan Bupati Maybrat Bernard Sagrim ikut datang ke lokasi tersebut.

    I Nyoman Cantiasa mengatakan Papua Barat tetap utuh dalam Indonesia. "Tidak ada tempat bagi kelompok yang berseberangan ideologi di provinsi ini," kata dia, Sabtu, 4 September 2021.

    Mantan Danjen Kopasus ini mengatakan, pelaku penyerangan pos yang menewaskan empat prajurit TNI tidak akan lolos dari kejaran tim gabungan bersama Rayder Yonif 726 VYS.

    "Sampai di mana KST (kelompok separatis teroris) bersembunyi, tetap akan kami kejar dan tangkap. Apapun kondisi mereka, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang sangat keji ini," kata dia.

    Panglima mengatakan komunikasi sosial anggota TNI bersama masyarakat lokal kampung Kisor sudah terbina dengan baik.

    "Masyarakat lokal di kampung Kisor wilayah Distrik Aifat Selatan, bantu kami dengan melapor jika mengetahui lokasi pelarian, atau bertemu orang yang mencurigakan. Kami beri jaminan keamanan penuh kepada masyarakat," kata I Nyoman Cantiasa.

    Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan keamanan dan kedamaian yang sudah terbina tidak boleh diganggu.

    "Provinsi ini harus dibangun atas dasar keamanan, jangan lagi ada gangguan keamanan di wilayah Papua Barat. Kami dukung upaya aparat penegak hukum untuk mengejar dan menangkap para pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.

    Sebelumnya, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) Sebby Sambom mengakui organisasinya melakukan penyerangan ke Pos Koramil di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. 

    Baca juga: Anggota TNI Tewas, Gubernur Papua Barat Dukung Aparat Tangkap OPM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.