4 Anggota TNI Tewas, Gubernur Papua Barat Dukung Aparat Tangkap OPM

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (kedua kiri), Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing (kiri) dan Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa (ketiga kiri) memberikan penghormatan terakhir saat pelepasan jenazah di Markas Komando Korem 181/PVT Kota Sorong, Papua Barat, Jumat, 3 September 2021. Empat jenazah prajurit TNI AD, korban penyerangan Kelompok Separatis Teroris (KST) di Pos Persiapan Koramil Kisor Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat diberangkatkan ke daerah masing-masing untuk dimakamkan. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

    Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (kedua kiri), Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing (kiri) dan Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa (ketiga kiri) memberikan penghormatan terakhir saat pelepasan jenazah di Markas Komando Korem 181/PVT Kota Sorong, Papua Barat, Jumat, 3 September 2021. Empat jenazah prajurit TNI AD, korban penyerangan Kelompok Separatis Teroris (KST) di Pos Persiapan Koramil Kisor Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat diberangkatkan ke daerah masing-masing untuk dimakamkan. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Sorong - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan turut belasungkawa atas wafatnya empat anggota TNI AD dalam peristiwa penyerangan kelompok bersenjata di pos persiapan Koramil kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat.

    Ungkapan duka cita disampaikan Gubernur Mandacan dalam upacara pelepasan jenazah empat anggota TNI AD menuju kampung halaman masing-masing yang dipimpin langsung Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Jumat, 3 September 2021.

    "Mewakili seluruh masyarakat provinsi Papua Barat kami turut berbelasungkawa atas kepulangan empat putra terbaik bangsa. Pengabdian dan pengorbanan mereka luar biasa demi keutuhan NKRI dan rakyat Papua Barat," ujar Gubernur. "Semua kita doakan semoga arwah empat prajurit sejati dan patriot pembela rakyat ini diterima di sisi Tuhan." 

    Lebih lanjut, Gubernur Mandacan menegaskan mendukung penuh langkah hukum yang sedang diambil oleh aparat TNI-Polri untuk menangkap para pelaku. Menurut dia, perbuatan para pelaku sangat tidak manusiawi.

    "Kami mendukung penuh upaya Panglima Kodam dan Kapolda Papua Barat untuk bersinergi menangkap para pelaku agar diproses hukum sesuai perbuatan mereka," tutur Mandacan. 

    Kepada masyarakat, khususnya di kampung Kisor dan warga Distrik Aifat Selatan, diminta tetap tenang. Gubernur meminta agar warga tidak mudah terprovokasi berbagai hasutan karena pemerintah bersama aparat penegak hukum tentu memberikan jaminan keamanan pula.

    "Masyarakat kampung Kisor sekitar lokasi kejadian kiranya memberikan informasi yang benar guna membantu aparat keamanan dalam melaksanakan tugas penyelidikan terhadap kelompok penyerang pos Koramil tersebut," ujar Gubernur Papua Barat.

    Sebelumnya, Panglima Kodam Kasuari Mayor Jenderal I Nyoman Cantiasa mengatakan bahwa kelompok penyerang pos Koramil Kisor merupakan kelompok separatis teroris yang berseberangan ideologi dengan NKRI.

    Pangdam mengatakan bahwa kelompok tersebut menyerang markas Koramil pada Kamis dini hari, kemarin dengan kekuatan sekira 30 orang menggunakan senjata tajam (parang) dan menghabisi nyawa empat anggota TNI AD.

    Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) mengakui bertanggung jawab terhadap penyerangan Pos Koramil persiapan di kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Kamis, 2 September 2021 dini hari.

    Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyebut penyerangan itu dilakukan sebagai bentuk perang terhadap aparat keamanan Indonesia.

    "Panglima komando daerah 4 TPNPB-OPM wilayah Sorong Raya bertanggung jawab atas penyerangan dan pembunuhan empat anggota TNI di kampung Kisor," ujar Sebby, lewat pesan suara pada Kamis, 2 September 2021 ihwal penyerangan Pos Koramil di Papua Barat yang menewaskan 4 personel TNI AD.

    Baca juga: Pangdam Kejar Anggota OPM yang Serang dan Tewaskan Anggota TNI

    HANS ARNOLD KAPISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.