Ingin Fokus Urus Rumah Sakit, Alasan Ipar Haji Isam Mundur dari DPR dan PDIP

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan II, Sulaiman Umar yang juga adik ipar pengusaha batu bara asal Kalsel, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam mengundurkan diri dari keanggotaan DPR. Foto: dpr.go.id

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan II, Sulaiman Umar yang juga adik ipar pengusaha batu bara asal Kalsel, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam mengundurkan diri dari keanggotaan DPR. Foto: dpr.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Legislator asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan II, Sulaiman Umar, mundur dari keanggotaan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia menyatakan ingin berfokus di bidang kesehatan dan mengurus bisnis rumah sakit.

    "Pengunduran diri ini disampaikan mengingat banyaknya kegiatan yang tidak dapat saya tinggalkan saat ini, khususnya kegiatan dalam bidang kesehatan dan pengelolaan rumah sakit," demikian tertulis dalam surat pengunduran diri Sulaiman tertanggal 28 Juli 2021, dikutip Selasa, 10 Agustus 2021.

    Adik ipar dari pengusaha batu bara Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam ini hanya membaca pesan konfirmasi dari Tempo. Namun, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan Mardani H. Maming membenarkan pengunduran diri Sulaiman itu.

    Sulaiman merupakan seorang dokter yang juga menjabat Direktur Rumah Sakit Marina Permata di Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dia sempat menjadi Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia Tanah Bumbu pada 2017-2020. Maju Pileg 2019 dari PDIP, Sulaiman lolos ke Senayan dan duduk di Komisi VII yang membidangi energi.

    Menurut Sulaiman dalam suratnya, dia diharapkan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan secara langsung dan optimal. Ia pun merasa tak mampu menjalankan tugas sebagai anggota DPR, kader partai, dan tugasnya di bidang kesehatan dalam waktu bersamaan.

    Maka dari itu, Sulaiman mengajukan pengunduran dirinya dari anggota DPR dan partai. Dia meminta DPP PDIP memproses pengunduran diri tersebut dan mengusulkan penggantian antarwaktu (PAW) kepada pimpinan DPR.

    "Demikian pengunduran ini saya sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih," tulisnya.

    Menurut Mardani H. Maming, Sulaiman sudah mengirim semua surat pengunduran diri ke DPP PDI Perjuangan. Pengurus pusatlah yang akan mengambil keputusan ihwal permohonan Sulaiman itu.

    Mardani juga mengatakan pengunduran diri tersebut merupakan keputusan Sulaiman secara pribadi tanpa ada paksaan. Ia menilai wajar jika Sulaiman ingin fokus mengurus bisnis.

    Mardani mencontohkan dirinya yang juga pernah mundur dari jabatan Bupati Tanah Bumbu pada 2018 lalu lantaran ingin maju sebagai ketua umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi).

    "Dia mau konsentrasi sama bisnis rumah sakitnya. Hal ini biasa dalam politik. Saya saja mundur jadi bupati karena mau maju ketua umum BPP Hipmi," kata Mardani kepada Tempo, Selasa, 10 Agustus 2021.

    Mardani juga membantah pengunduran diri Sulaiman ini ekses Pilkada Tanah Bumbu 2020. Ketika itu, Sulaiman mendukung pasangan calon yang berbeda dari PDIP, yakni Zairullah Azhar-Muhammad Rusli. Sedangkan PDIP menyokong Syafruddin H. Maming-Alpiya Rakhman.

    Mardani mengatakan, DPP PDIP sudah menegur kader yang mendukung calon lain di pilkada. "Tidak ada kalau masalah itu, urusan pilkada sudah selesai," ujarnya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca: Sulaiman Umar, Ipar Haji Isam, Mundur dari Keanggotaan DPR dan PDIP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.