Cerita Polisi yang Kebingungan Cari Pasal untuk Jerat Anak Akidi Tio

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerahan hibah untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan oleh keluarga Alm Akidi Tio di Polda Sumsel, 26 Juli 2021. Instagram/Polda Sumsel

    Penyerahan hibah untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan oleh keluarga Alm Akidi Tio di Polda Sumsel, 26 Juli 2021. Instagram/Polda Sumsel

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kebingungan mencari pasal untuk menjerat anak bungsu almarhum Akidi Tio, Heryanty. Sebab, sulit menemukan unsur pidana dugaan sumbangan fiktif Rp 2 triliun.

    Dikutip dari Majalah Tempo edisi Sabtu, 8 Agustus 2021, sejumlah perwira, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kebingungan akan menerapkan pasal apa kepada Heryanty.

    Awalnya, polisi akan memakai Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Akan tetapi batal karena belum ada yang dirugikan dalam janji sumbangan ini. Sementara, pasal penipuan adalah delik aduan. Sehingga harus ada yang melaporkan perbuatan Heryanty dulu, baru polisi bisa memprosesnya. Opsi tersebut gugur.

    Sempat terpikir menggunakan delik penghinaan negara dan membuat keonaran. Lagi-lagi gugur. Heryanty belum terbukti menghina negara dan berbuat onar. Ia hanya berjanji menyumbang dan bukan orang yang mengundang awak media ketika mengumumkan.

    Alotnya mencari pasal ini berimbas pada polisi yang tak kunjung menetapkan Heryanty menjadi tersangka. Meski begitu, saat ini, polisi masih mengusut perkara ini. Namun, untuk sementara, penyelidikan ditunda karena Heryanty sempat mengeluh sakit sesak nafas. Selain itu, polisi juga masih menunggu surat balasan dari Bank Indonesia, guna meminta izin mengulik rekening Heryanty.

    "Masih kami jadwalkan karena yang bersangkutan masih sakit dan juga penyidik menunggu surat jawaban dari BI," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Komisaris Besar Supriadi soal pemeriksaan anak Akidi Tio itu saat dihubungi pada Rabu, 4 Agustus 2021.

    Baca juga: Sumbangan Akidi Tio Buat Gaduh, Kapolda Sumsel: Tak Berpikir akan Fiktif


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.