Ridwan Kamil Bentuk Tim Percepatan Vaksinasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berbagai lintas agama di Universitas Muhammadiyah, Kota Bandung, Senin (26/7/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berbagai lintas agama di Universitas Muhammadiyah, Kota Bandung, Senin (26/7/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya mengoptimalkan program vaksinasi Covid-19. Salah satunya dengan membentuk Divisi Khusus Percepatan Vaksinasi Jabar oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ia lantas menunjuk Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar Dedi Supandi menjadi Ketua Divisi Khusus Percepatan Vaksinasi.

    Dedi Supandi menyatakan kebijakan itu sebagai gebrakan untuk memastikan kesamaan target di setiap daerah dalam pelaksanaan vaksinasi di 27 kabupaten/kota agar bisa berjalan optimal, baik itu cakupan maupun persentase-nya. "Kesamaan kebijakan vaksinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten-kota juga perlu dilakukan," kata Dedi, Selasa, 3 Agustus 2021.

    Ia menjelaskan populasi yang besar menjadi kendala sehingga laju vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat masih tergolong rendah. Tercatat pada dosis pertama vaksin Covid-19 menempati posisi 30 (12,88 persen) dan dosis kedua ada di peringkat 21 (5,95 persen).

    Oleh karena itu, Dedi akan berupaya merealisasikan kekebalan kelompok sesuai dengan mandat dari pemerintah pusat. "Ini artinya, bila jumlah penduduk Jabar sekitar 45 juta, maka 70 persennya, yaitu ditargetkan sekitar 37 juta yang mencapai herd immunity (kekebalan kelompok). Tinggal dipetakan per kabupeten kota," katanya.

    Dedi menjelaskan komunikasi kebijakan yang efektif hingga level bawah atau fasilitas pelayanan kesehatan harus dioptimalkan. Termasuk Penguatan penggunaan platform data stok vaksin (SMILE) untuk mengurangi miskomunikasi dan meningkatkan efektivitas koordinasi lintas institusi baik itu pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, fasilitas layanan kesehatan.

    "Hal tersebut dilakukan dengan cara, peningkatan compliance rate dari pelaporan menggunakan aplikasi SMILE, mendorong adanya pencatatan laporan konsumsi vaksin oleh TNI dan Polri," ujar Dedi.

    Untuk mencapai itu, Dedi telah merumuskan sejumlah program guna mempercepat laju vaksinasi Covid-19. Salah satunya melalui Konsep Vaksin Gendong. "Nantinya, setiap anak atau siswa pelajar ini membawa kedua orang tuanya juga kakek dan neneknya untuk mendapatkan vaksin," katanya.

    Sedangkan konsep kedua dari tim percepatan vaksinasi yang dibentuk Ridwan Kamil ini ialah menjadikan vaksin Covid-19 sebagai syarat berkegiatan di berbagai aspek kehidupan, termasuk saat hendak bepergian atau traveling.

    Baca juga: 70 Juta Dosis Vaksin Covid-19 akan Tiba, Vaksinasi Besar-Besaran Disiapkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.