70 Juta Dosis Vaksin Covid-19 akan Tiba, Vaksinasi Besar-Besaran Disiapkan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menghadiri pemberian vaksinasi pada 2.500 lansia secara gratis oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius Jakarta di area sekolah Kolese Kanisius, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa 9 Maret 2021. Penyuntikan vaksin covid-19 secara gratis oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius Jakarta tersebut dimulai Senin (8/3/2021) hingga Sabtu 13 Maret 2021. Foto/Gugus Tugas Vaksinasi Covid-19 Keluarga Besar Kolese Kanisius

    Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menghadiri pemberian vaksinasi pada 2.500 lansia secara gratis oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius Jakarta di area sekolah Kolese Kanisius, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa 9 Maret 2021. Penyuntikan vaksin covid-19 secara gratis oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius Jakarta tersebut dimulai Senin (8/3/2021) hingga Sabtu 13 Maret 2021. Foto/Gugus Tugas Vaksinasi Covid-19 Keluarga Besar Kolese Kanisius

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebanyak 70 juta dosis vaksin Covid-19 akan tiba di Indonesia sepanjang Agustus hingga September 2021. Hal ini akan membuat pemerintah akan semakin menggencarkan program vaksinasi di daerah-daerah.

    "Jadi ini butuh peningkatan yang sangat cepat dari segi vaksinasi seluruh daerah-daerah," kata Budi dalam konferensi pers daring, Senin, 2 Agustus 2021.

    Budi mengatakan jumlah 70 juta dalam dua bulan ini terhitung sangat tinggi. Sebagai perbandingan, dari Januari sampai Juli 2021 saja, hanya ada 90 juta vaksin yang datang atau 22 persen dari total kebutuhan nasional.

    "Kalau ada kekurangan (vaksin) di daerah-daerah, karena memang baru 20 persen vaksin yang datang. Sisanya 80 persen datanya dari Agustus sampai Desember," kata Budi.

    Ia mengatakan untuk saat ini, sudah ada 258 juta dosis vaksin yang sudah pasti didapatkan Indonesia. Sedangkan yang belum pasti ada sekitar 70 juta lagi. Total vaksin yang bisa diperoleh sekitar 331 juta dosis.

    Adapun untuk titik vaksinasinya, Budi mengatakan untuk saat ini masih akan lebih banyak difokuskan ke daerah Jawa dan Bali. Dengan dasar vaksinasi berbasis risiko, daerah itu disebut Budi masih memiliki kasus paling banyak dan kasus kematiannya paling tinggi.

    Khususnya 7 aglomerasi besar di Jawa dan Bali. Yaitu Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, Yogyakarta, Surabaya Raya, dan Malang Raya plus Bali.

    "Itu daerah yang tingkat kasus aktifnya paling tinggi dan juga kematiannya paling tinggi. Kita melakukan vaksinasi berbasis risiko daerah-daerah itu yang kita sasar duluan untuk mengurangi tekanan penularan dan kematian," kata Budi.

    Sebelumnya vaksinasi di 7 wilayah aglomerasi Jawa Bali hanya bisa mencapai sekitar 382 ribu dosis per hari. Budi Gunadi mengatakan ke depan, targetnya rata-rata suntikan per harinya bisa mencapai 1,2 juta.

    "Ada kenaikan hampir 4 kali lipat. Memang tugasnya kami di Agustus dan September ini akan lebih berat," kata Budi.

    Baca: Kemenkes Keluarkan Izin Vaksinasi Ibu Hamil, Ini Kriterianya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.