Jokowi Klaim Kondisi Covid-19 Membaik, Kenapa PPKM Level 4 Diperpanjang?

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kemanan berjalan di dalam gerbong MRT di Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2021. Jumlah penumpang MRT turun hingga 80 persen setiap harinya sejak 3 Juli 2021 akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Petugas kemanan berjalan di dalam gerbong MRT di Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2021. Jumlah penumpang MRT turun hingga 80 persen setiap harinya sejak 3 Juli 2021 akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 yang diberlakukan pada 26 Juli-2 Agustus lalu telah membawa perbaikan situasi pandemi Covid-19 di skala nasional, baik dalam hal konfirmasi kasus harian, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan, dan persentase tingkat keterisian tempat tidur/bed occupancy rate (BOR).

    Kendati sudah ada perbaikan, pemerintah tetap melanjutkan PPKM Level 4 di sejumlah daerah tertentu sampai 9 Agustus mendatang. Apa sebabnya?

    "Walaupun sudah mulai ada perbaikan, namun perkembangan kasus covid-19 masih sangat dinamis dan fluktuatif. Sekali lagi, kita harus terus waspada dalam melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kasus covid-19 ini," ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 2 Agustus 2021.

    Koordinator PPKM Level 4 Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan lebih lanjut menjelaskan, beberapa kabupaten/kota yang akhirnya kembali pada Level 4, bukan karena peningkatan kasus tetapi lebih kepada peningkatan kasus kematian.

    "Ada beberapa daerah yang memang membutuhkan perhatian khusus karena masih tingginya jumlah kasus terkonfirmasi, positivity rate dan juga jumlah kematian warganya seperti Bali, Malang Raya, DIY dan Solo Raya," ujar Luhut.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu menyebut, hal ini terjadi karena masih banyaknya masyarakat yang melakukan isolasi mandiri sehigga telat dilakukan perawatan intensif di rumah sakit. Akibatnya hal itu menyebabkan kematian karena saturasi oksigen mereka rata-rata dibawah 90.

    Ke depan, Luhut melanjutkan, pemerintah akan melakukan langkah-langkah untuk intervensi menurunkan angka kematian. Di antaranya, mendorong pembukan tempat-tempat isolasi terpusat baik di level desa, kecamatan, kabupaten/kota, ataupun yang di level provinsi sangat penting. Terutama bagi pasien-pasien yang berisiko tinggi, ataupun yang dirumahnya ada ibu hamil, orang tua, orang komorbid.

    Selanjutnya, mendorong peran serta TNI-Polri dan Pemda untuk terlibat aktif dengan melakukan 3T dan juga penjemputan kepada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri agar tidak terjadi keadaan yang tidak diinginkan serta meningkatkan kapasitas rumah sakit untuk pasien Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.