Vaksinasi Covid-19 Ketiga Bagi Tenaga Kesehatan akan Pakai Vaksin Moderna

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah forklift digunakan untuk mengangkut vaksin Moderna melawan penyakit coronavirus (Covid-19) di Terminal kargo Taiwan Air di Taoyuan, Taiwan, 18 Juni 2021. [REUTERS/Ann Wang]

    Sebuah forklift digunakan untuk mengangkut vaksin Moderna melawan penyakit coronavirus (Covid-19) di Terminal kargo Taiwan Air di Taoyuan, Taiwan, 18 Juni 2021. [REUTERS/Ann Wang]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan memberikan vaksinasi Covid-19 ketiga atau suntikan booster untuk tenaga kesehatan. Vaksin yang akan digunakan adalah buatan Moderna. Vaksin buatan perusahaan Amerika Serikat tersebut disebut 95 persen efektif melindungi dari Covid-19.

    Program vaksinasi ketiga ini akan dilakukan mulai pekan depan untuk 1,47 juta tenaga kesehatan. "Vaksin Moderna ini rencananya datang minggu ini dan diharapkan mulai minggu depan sudah bisa kita mulai (vaksinasi)," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers daring, Jumat, 9 Juli 2021.

    Budi menegaskan, vaksinasi ketiga hanya diberikan untuk tenaga kesehatan karena keterbatasan jumlah vaksin yang tersedia.

    "Penting untuk kita pahami, vaksinasi ketiga ini hanya diberikan kepada tenaga kesehatan. Karena mereka itu yang setiap hari bertemu dengan virus yang tinggi sekali kadarnya dan mereka harus kita lindungi mati-matian agar mereka bisa konsentrasi bekerja," ujar Budi.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Slamet Budiarto mengatakan sudah ratusan dokter yang meninggal akibat terpapar Covid-19. Bahkan, sejumlah dokter yang meninggal dunia itu setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

    "Ini sebagian besar dokter yang meninggal sudah divaksin dua kali, artinya ini terkait efikasi vaksin Covid-19," kata Slamet dalam diskusi secara virtual, Selasa, 29 Juni 2021. Ia pun mendorong agar ada vaksinasi Covid-19 ketiga.

    Baca juga: Pekan Depan Pemerintah Beri Vaksinasi Covid-19 Ketiga untuk Tenaga Kesehatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.