Pemerintah Beri Vaksinasi Covid-19 Ketiga Untuk Tenaga Kesehatan Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac pada warga di Stasiun MRT Asean, Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021. PT MRT Jakarta (Perseroda) menyediakan layanan vaksinasi gratis untuk masyarakat dengan total target sebanyak 4.000 orang yang dibagi ke dalam kuota harian selama periode 3 bulan ke depan dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi JAKI. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac pada warga di Stasiun MRT Asean, Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021. PT MRT Jakarta (Perseroda) menyediakan layanan vaksinasi gratis untuk masyarakat dengan total target sebanyak 4.000 orang yang dibagi ke dalam kuota harian selama periode 3 bulan ke depan dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi JAKI. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan segera memberikan vaksinasi Covid-19 ketiga atau booster untuk tenaga kesehatan.

    "Program vaksinasi ke-3 (Booster) akan dilakukan mulai minggu depan untuk 1,47 juta tenaga kesehatan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring, Jumat, 9 Juli 2021.

    Airlangga menyebut, teknis pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ketiga untuk nakes ini akan diatur lebih lanjut oleh Kementerian Kesehatan.

    Sebelumnya, program ini kencang didorong Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Hal ini untuk melindungi keselamatan para nakes sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

    Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Slamet Budiarto mengatakan sudah ratusan dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Bahkan, sejumlah dokter yang meninggal dunia itu setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

    "Ini sebagian besar dokter yang meninggal sudah divaksin dua kali, artinya ini terkait efikasi vaksin," kata Slamet dalam diskusi secara virtual, Selasa, 29 Juni 2021.

    Sejumlah epidemiolog menilai, booster dengan jenis vaksin berbeda perlu diberikan kepada tenaga kesehatan guna mengurangi risiko penularan, terlebih dengan meluasnya varian delta. Epidemiolog menyarankan booster menggunakan vaksin dengan efikasi lebih tinggi.

    Baca juga: Kemenkes Sebut Vaksin Sinovac 94 Persen Cegah Covid pada Tenaga Kesehatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.