Politikus PAN Minta Pemerintah Sediakan Rumah Sakit Covid-19 Khusus Pejabat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad, 4 Juli 2021. Sebanyak 63 pasien RS tersebut meninggal dunia dalam sehari semalam pada Sabtu kemarin hingga Minggu pagi akibat menipisnya stok oksigen. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad, 4 Juli 2021. Sebanyak 63 pasien RS tersebut meninggal dunia dalam sehari semalam pada Sabtu kemarin hingga Minggu pagi akibat menipisnya stok oksigen. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Rosaline Irene Rumaseuw menilai pemerintah lupa menyediakan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit untuk pejabat negara. Rosaline menilai pejabat negara harus diistimewakan lantaran mereka bertugas memikirkan rakyat.

    Rosaline, yang juga seorang dokter ini mengakui memang sudah ada Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto yang biasa menjadi tempat perawatan para pejabat. Namun kata dia, dengan adanya Covid-19, pemerintah perlu menambah fasilitas serupa.

    "Begitu Corona lahir, Kementerian Kesehatan harus mulai waspada. Karena pejabat negara ini harus diistimewakan, dia ditempatkan untuk memikirkan negara dan rakyatnya," kata Rosaline dalam webinar, Rabu, 7 Juli 2021.

    Rosaline bercerita, ia banyak membantu para pejabat negara mencari rujukan RS Covid-19 yang ada di Ibu Kota dalam dua bulan belakangan ini. Dia mengatakan mereka datang ke unit gawat darurat rumah sakit kemudian terlunta-lunta.

    Rosaline mengatakan salah satu pejabat yang sempat kesulitan mendapat rumah sakit ialah John Siffy Mirin, koleganya sesama politikus PAN. John, yang juga anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat itu meninggal pada Sabtu, 3 Juli lalu lantaran Covid-19.

    Menurut Rosaline, ia dan sejumlah petinggi PAN harus sampai mengemis untuk mendapatkan ruangan bagi John Siffy. "Saya punya Ketua Fraksi PAN, saya punya teman Wakil Ketua Komisi IX, saya punya Ketua Umum PAN, semua mengemis-ngemis ke Medistra sampai ada ruangan, sampai segitunya," ujar Rosaline.

    Rosaline mengatakan mengikuti webinar ini pun sembari membantu sejumlah kenalannya di DPR yang tidak mendapatkan ruangan rumah sakit. Mereka menunggu di lantai-lantai RS sambil berupaya membeli kursi roda agar bisa duduk.

    Baca juga: Puan Maharani Sebut Rumah Sakit Sudah Penuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.