Puan Maharani: Rumah Sakit Penuh, Pasien Bergejala Bingung Mau Ke mana

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memberikan arahan kepada tiga pilar partai banteng di Manado, Sulawesi Utara, Senin, 7 Juni 2021. Istimewa.

    Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memberikan arahan kepada tiga pilar partai banteng di Manado, Sulawesi Utara, Senin, 7 Juni 2021. Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah membuka rumah sakit darurat atau lapangan. "Sebab penderita yang bergejala sedang dan berat sudah tidak tahu mau ke mana lagi karena rumah sakit penuh," kata Puan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 7 Juli 2021.

    Ia mengatakan, pemerintah bisa memanfaatkan kapal rumah sakit milik TNI AL atau KRI Dr. Suharso. Selain itu ada juga kapal milik Pelni yang bisa dimodifikasi.

    "Bangun rumah sakit lapangan, bangunan-bangunan yang bisa dialihfungsikan. Tapi jangan bussiness as usual, kita harus bertindak dalam ritme kerja kedaruratan," ujarnya.

    Ia mengatakan pemerintah juga harus memikirkan bagaimana distribusi tabung oksigen ke Seluruh Indonesia. 

    Menurut dia, ada beberapa catatan penanganan pandemi Covid-19. Seperti ketersediaan ruang perawatan pasien, ketersediaan oksigen dan obat-obatan, tenaga dan alat kesehatan, pelaksanaan PPKM Darurat.

    "Selain itu penegakan aturan yang tegas, terukur, tanpa pandang bulu, perkuat komunikasi publik dan sosialisasi sehingga masyarakat paham akan bahaya Covid-19 dan penanganannya," kata Puan Maharani.

    Baca juga: Puan Maharani Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi PPKM Darurat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.