Kejar Vaksinasi 2 Juta Dosis Per Hari, Jokowi: Tak Sulit Asal Vaksinnya Ada

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbicara setelah mendapat injeksi vaksin Covid-19 yang kedua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. Foto:  Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo berbicara setelah mendapat injeksi vaksin Covid-19 yang kedua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus mendorong agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal dapat ditingkatkan. Setelah menetapkan target 1 juta dosis per hari pada Juli 2021, Jokowi mengatakan target berikutnya adalah 2 juta dosis per hari.

    "Kita coba sehari bisa 1,3 (juta dosis). Saya meyakini meningkatkan bisa jadi 2,5 juta bukan hal yang sulit asal vaksinnya ada," kata Jokowi dalam sambutannya di Munas Kadin, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu, 30 Juni 2021.

    Jokowi optimistis hal ini bisa tercapai. Selama ini, pemerintah hanya mampu memvaksinasi di kisaran 300 ribu dosis per harinya. Banyak yang tak yakin angka ini bisa ditingkatkan. Namun pada Sabtu, 26 Juni 2021 lalu, pelaksanaan vaksinasi massal secara serentak yang didukung oleh TNI-Polri, berhasil memvaksinasi 1,3 juta dosis dalam satu hari.

    Karena itu, ia pun meyakini peringkat Indonesia akan meningkat di daftar negara-negara yang telah melaksanakan vaksinasi Covid-19. Saat ini, Jokowi mengatakan dari 215 negara lebih yang terkena covid, Indonesia itu di urutan ke-11 negara yang telah melaksanakan vaksin.

    "Cukup baik, urutan ke-11. Dan saya yakin di Juli-Agustus ini akan naik. Enggak tahu naik ke rangking berapa, tapi pasti naik. Karena target 1 juta dan target 2 juta sudah berkali-kali saya sampaikan," kata Jokowi.

    Sampai hari ini, Jokowi mengatakan sudah 42 juta dosis vaksin yang sudah disuntikkan. Dengan peningkatan target 1 juta dosis per hari mulai Juli 2021, dan 2 juta dosis per hari sejak Agustus 2021 mendatang, ia optimistis kondisi Indonesia akan semakin membaik.

    Baca: Jokowi: PPKM Darurat Mau Tidak Mau Harus Dilakukan, Hanya di Jawa dan Bali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.