Jokowi Tinjau Dadakan Pelaksanaan PPKM Mikro di Cempaka Putih

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) dan Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) meninjau vaksinasi massal di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 17 Juni 2021. Presiden meminta Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor untuk rutin menggelar vaksinasi massal di stadion tersebut sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat terutama para pelaku usaha, tokoh agama, dan tenaga pendidik. ANTARA FOTO/Prayoga

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) dan Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) meninjau vaksinasi massal di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 17 Juni 2021. Presiden meminta Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor untuk rutin menggelar vaksinasi massal di stadion tersebut sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat terutama para pelaku usaha, tokoh agama, dan tenaga pendidik. ANTARA FOTO/Prayoga

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau langsung pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di RW 01, Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat, 25 Juni 2021. Kehadiran Jokowi ini tidak dijadwalkan dalam agenda resmi sebelumnya.

    "Jadi saya memang dadakan ke sini untuk memastikan PPKM mikro itu berjalan atau tidak berjalan. Tadi disampaikan oleh Bu RW dengan yakin berjalan, ya berjalan," ujar Jokowi usai peninjauan.

    Jokowi mengatakan pelaksanaan PPKM mikro ini diharapkan bisa dilaksanakan secara efektif tidak hanya di tempat yang ditinjau, tetapi di semua wilayah terkecil di seluruh Indonesia. Karena itu, Jokowi meminta agar para kepala daerah dibantu unsur TNI dan Polri di daerah turut membantu pelaksanaan PPKM mikro di wilayah terkecil.

    "Saya minta betul gubernur, bupati, wali kota di seluruh Tanah Air dari Sabang sampai Merauke, dibantu oleh Pangdam, Kapolda, di tingkat lebih bawah Danrem, Dandim, Kapolres menggerakkan Babinsa, Bhabinkamtibmas untuk mendampingi pemda, mendampingi kelurahan, mendampingi RW, dalam rangka pelaksanaan PPKM mikro," kata Jokowi.

    Ia mengatakan yang diperlukan saat ini adalah tindakan dan pengawasan berjalan atau tidak berjalan. Apalagi saat ini penambahan kasus Covid-19 di Indonesia tengah melonjak tajam dan memecahkan rekor sebelumnya.

    "Percuma kita membuat sebuah kebijakan, policy, tetapi di bawah tidak berjalan," kata Jokowi.

    Dalam peninjauan tersebut, Jokowi tampak didampingi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Setibanya di lokasi, Jokowi langsung berdialog dengan Lurah Rawasari, Muhammad Arief Biki, dan Ketua RW 01.

    Arief kemudian melaporkan bahwa PPKM mikro di wilayahnya telah berjalan dengan efektif. Pengetatan implementasi PPKM mikro di wilayah Kelurahan Rawasari antara lain dilakukan dengan memberlakukan one gate system terkait akses keluar masuk wilayah tersebut dan memberikan dukungan bagi warga setempat yang melakukan isolasi mandiri.

    "Bagi warga yang isolasi mandiri di-support oleh warga kami. Kebutuhan pokoknya kami penuhi Pak, berupa makannya. Kami juga dari Pemprov DKI di sini memberikan support berupa bahan pangan yang kami peroleh dari Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta," ujar Arief.

    Setelah meninjau pelaksanaan PPKM mikro tersebut, Jokowi kembali menegaskan harapannya agar hal serupa bisa dilaksanakan di seluruh provinsi.

    "Saya senang datang mendadak seperti ini, juga saya lihat Bu RW kelihatan cara menjawabnya kelihatan siap. Pak Lurah juga saya lihat. Ini yang kita harapkan di semua provinsi juga berjalan seperti ini sehingga keyakinan itulah yang akan kita pakai dalam rangka kebijakan-kebijakan selanjutnya," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.