Novel Baswedan dan 74 Pegawai Dinonaktifkan, Tagar Berani Jujur Pecat Trending

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi, melakukan aksi damai mendesak Ketua KPK Firli Bahuri mengikuti tes wawasan kebangsaan dan antikorupsi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 7 Mei 2021. Aksi ini digelar pasca pengumuman sejumlah pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara. TEMPO/Imam Sukamto

    Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi, melakukan aksi damai mendesak Ketua KPK Firli Bahuri mengikuti tes wawasan kebangsaan dan antikorupsi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 7 Mei 2021. Aksi ini digelar pasca pengumuman sejumlah pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tagar Berani Jujur Pecat sedang trending di Twitter menyusul langkah pimpinan KPK menonaktifkan Novel Baswedan dan 74 pegawai lainnya di lembaga itu. Penonaktifan ini buntut dari tidak lulusnya mereka dalam tes wawasan kebangsaan atau TWK.

    Salah satu yang meramaikan tagar ini adalah pakar hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar. Dalam unggahannya, Zainal melampirkan sebuah foto spanduk besar yang dipasang menutupi sebagian Gedung KPK lama. Dalam spanduk itu tertulis Berani Jujur Pecat dengan tinta merah tebal.

    Zainal menyertakan tulisan, "Terus berderap ke arah yang keliru." Cuitan Zainal yang diunggah pada Rabu, 12 Mei 2021 ini telah mendapat tanda suka 1.800 kali.

    Foto spanduk bertuliskan Berani Jujur Pecat ini sebenarnya hanya editan dan satir dari spanduk besar bertuliskan Berani Jujur Hebat. Spanduk berani jujur hebat pernah dipasang di Gedung KPK lama yang ada di Kuningan Jakarta Selatan dalam rangka peringatan hari antikorupsi internasional pada 9 Desember 2012.

    ADVERTISEMENT

    Tagar Berani Jujur Pecat ini merupakan ejekan dari kalangan masyarakat akan keputusan pimpinan KPK di bawah Firli Bahuri menonaktifkan 75 pegawai lembaga tersebut. Padahal, banyak dari pegawai yang dinonaktifkan ini adalah penyidik-penyidik berprestasi.

    Selain Novel Baswedan, salah satu pegawai KPK yang dipecat adalah Direktur Direktorat Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK, Sujanarko. Padahal, Sujanarko pernah mendapat penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo karena berhasil membangun jaringan nasional dan internasional untuk pemberantasan korupsi. 

    Baca juga: Pegawai KPK Sebut Penyelenggaraan Tes Wawasan Kebangsaan Inisiatif Firli Bahuri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...