Safari ke Bireuen, AHY Menginap di Kamar Ir Soekarno

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (atas, kiri) dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (atas, kanan) bersama jajaran pimpinan kedua partai menyanyikan lagu mars sebelum pertemuan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis 22 April 2021. Pertemuan tersebut merupakan silaturahmi antara kedua Parpol sekaligus membahas kondisi politik nasional terkini. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Ketua Umum Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (atas, kiri) dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (atas, kanan) bersama jajaran pimpinan kedua partai menyanyikan lagu mars sebelum pertemuan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis 22 April 2021. Pertemuan tersebut merupakan silaturahmi antara kedua Parpol sekaligus membahas kondisi politik nasional terkini. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengawali rangkaian safari Ramadan dengan bertandang ke Bireuen, Aceh pada Sabtu, 24 April 2021. Dia disambut Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Bupati Bireuen Muzakkar A Gani beserta kader Demokrat di Pendopo Bireuen, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Sabtu siang kemarin.

    AHY mengaku bersyukur bisa kembali datang ke provinsi berjuluk Serambi Mekah tersebut. "Ini bukan kunjungan pertama bagi saya di Aceh, juga di Bireuen, tetapi kali ini spesial karena kedatangan ini adalah untuk silaturahmi dalam semangat bulan suci Ramadan," kata AHY dalam keterangan tertulis, dikutip Ahad, 25 April 2021.

    AHY mengatakan dirinya diterima dengan sangat baik di tempat bersejarah tersebut. Ia menyebut Bireuen adalah tempat bersejarah, sebab pada 1948--ketika agresi militer Belanda II--pernah dijadikan lokasi komando pengendalian oleh Presiden Sukarno.

    Menurut AHY, hal itu dilakukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah yang sah tetap berdiri dan eksis di bawah pimpinan Bung Karno selama 12 hari memimpin. "Itulah kenapa Bireuen disebut sebagai Kota Juang," kata AHY.

    Pendopo Bireuen yang dikunjungi AHY ini bergaya arsitektur bangunan kolonial dan didominasi warna putih. Selama satu hari berkegiatan di Bireuen, AHY bermalam di kamar "Ir Soekarno". Kamar tersebut yang dulu menjadi tempat singgah Presiden ke-1 Sukarno ketika singgah di pendopo ini.

    Saat tiba di pendopo, Bupati Muzakkar secara simbolis memasangkan kopiah khas Aceh, Meukeutop. Kopiah tersebut berbentuk bulat, dihiasi motif khas Aceh dengan paduan warna kuning, hijau, dan merah.

    Diiringi salawat Badar, AHY dipersilakan masuk ke Pendopo Bireuen untuk bersilaturahmi. Ia juga disambut upacara adat Peusijuk--pemberian doa sebagai bagian dari prosesi adat Tepung Tawar--oleh tokoh agama Tengku Muhammad Ishak.

    Agenda AHY di Bireuen di antaranya berziarah ke makam Tun Sri Lanang, raja alias 'uleebalang' pertama di daerah Samalanga, Bireuen, pada abad ke-16. Dia juga bersilaturahmi dengan para ulama dan menggelar konsolidasi internal dengan kader Partai Demokrat.

    Dalam kunjungannya AHY didampingi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Muslim, dan Wakil Sekretaris Jenderal Jovan Latuconsina.

    Aceh adalah provinsi pertama yang dikunjungi AHY dalam rangkaian safari Ramadan. Selama beberapa hari ke depan, ia akan melanjutkan safari ke Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.