Penyuap Juliari Batubara Ungkap Komitmen Fee Rp 30 Ribu Per Paket Bansos

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara diambil sumpahnya sebelum memberikan kesaksian saat sidang yang berlangsung secara virtual dari Gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Juliari menjadi saksi dalam sidang terdakwa Harry Van Sidabuke dan Ardian Iskandar, dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara diambil sumpahnya sebelum memberikan kesaksian saat sidang yang berlangsung secara virtual dari Gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Juliari menjadi saksi dalam sidang terdakwa Harry Van Sidabuke dan Ardian Iskandar, dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyuap eks Menteri Sosial Juliari Batubara, Ardian Iskandar Maddanatja, mengatakan komitmen fee untuk proyek pengadaan paket bantuan sosial Covid-19 sebesar Rp 30 ribu per paket.

    "Awalnya saudara Helmi menyampaikan ke saya meminta 12 persen. Kemudian saya menghitung 12 persen dari Rp 270 ribu," kata Ardian dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 12 April 2021.

    Perusahaan Ardian, PT Tigapilar Agro Utama, ditunjuk sebagai vendor pengadaan paket bansos Covid-19. Ia mendapat pekerjaan menyediakan 20 ribu paket, dengan satu paket bansos Covid-19 seharga Rp 270 ribu. Namun ia diberi kewajiban untuk menyiapkan komitmen fee senilai Rp 30 ribu per paket atau Rp 600 juta karena ditunjuk sebagai vendor.

    Ardian mengatakan bahwa ia sempat menegosiasikan kembali komitmen fee tersebut lantaran 12 persen masih terlalu besar dan profit yang didapatkannya terlalu tipis. Namun, akhirnya Ardian bersedia mengerjakan 20 ribu paket untuk tahap 9 karena takut perusahaannya masuk daftar hitam kementerian.

    "Akhirnya saya berhitung ulang, walau itungan awal profit tipis, tetap saya kerjakan," katanya.

    Komitmen fee tersebut diserahkan kepada pihak Kemensos melalui seorang broker bernama Nuzulia Hamzah Nasution yang dikenalkan oleh rekannya, Helmi Rivai. Ardian mengatakan bahwa Helmi memperkenalkan Nuzulia sebagai keponakan dari Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin.

    KPK mendakwa Ardian Iskandar Maddanatja menyuap Juliari Batubara supaya dipilih menjadi penyedia paket bansos Covid-19. Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama itu didakwa menyuap pejabat pembuat komitmen di Kemensos, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, senilai Rp1,95 miliar karena menunjuk Ardian melalui PT Tigapilar Agro Utama sebagai penyedia bansos sembako tahap 9, 10, tahap komunitas dan tahap 12 sebanyak 115.000 paket.

    Baca juga: Kasus Bansos, Anak Buah Juliari Batubara Diduga Ganti HP untuk Hilangkan Bukti


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.