Juliari Batubara Akui Pernah Sewa Pesawat untuk Perjalanan Dinas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis merekam sidang perdana terdakwa penyuap mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara, Hary Van Sidabukke yang digelar secara virtual dari Pengadilan Tipikor di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 24 Februari 2021. Jaksa penuntut umum KPK mendakwa Harry Van Sidabukke telah memberikan uang suap kepada Juliari P Batubara sebesar Rp 1,28 miliar untuk mendapat pengerjaan proyek pengadaan sembako terkait kasus korupsi bansos Covid-19. TEMPO/Imam Sukamto

    Jurnalis merekam sidang perdana terdakwa penyuap mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara, Hary Van Sidabukke yang digelar secara virtual dari Pengadilan Tipikor di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 24 Februari 2021. Jaksa penuntut umum KPK mendakwa Harry Van Sidabukke telah memberikan uang suap kepada Juliari P Batubara sebesar Rp 1,28 miliar untuk mendapat pengerjaan proyek pengadaan sembako terkait kasus korupsi bansos Covid-19. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mengakui pernah menyewa pesawat pribadi untuk kunjungan kerja ke beberapa wilayah. "Pernah beberapa kali, mungkin sekitar 3 sampai 4 kali," kata dia saat bersaksi secara daring di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 22 Maret 2021.

    Duduk sebagai terdakwa dalam perkara ini dua pengusaha, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Mereka didakwa menyuap Juliari miliaran Rupiah supaya mendapatkan kuota pengadaan bansos Covid-19.

    Juliari mengatakan pergi dengan pesawat ke Luwu Utara, Semarang, Natuna, Bali, Tanah Bumbu, dan Malang. Mantan politikus PDIP itu mengatakan perihal sewa pesawat itu diurus oleh Biro Umum Kementerian Sosial.

    Dia mengatakan hanya mengetahui anggaran sewa pesawat itu ada di Biro Umum yang dikepalai oleh Adi Wahyono. Adi Wahyono merupakan salah satu PPK bansos yang ditetapkan menjadi tersangka bersama Juliari.

    "Saya tahunya kan anggaran yang ada. Saya nggak mungkin tahu detailnya dari mana anggarannya," kata dia.

    KPK menengarai uang yang dipakai untuk menyewa pesawat berasal dari suap para vendor yang mendapatkan kuota pengadaan bansos covid-19. Juliari Batubara diduga meminta Rp 10 ribu dari tiap paket bansos sembako yang disalurkan ke wilayah Jabodetabek. Jumlah duit yang diduga diterima Juliari melalui para bawahannya diperkirakan mencapai Rp 17 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.