Kasus Bansos: Anak Buah Juliari Batubara Diduga Ganti HP untuk Hilangkan Bukti

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso, menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 28 Januari 2021. Matheus Joko Santoso, diperiksa sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi kasus menerima atau memberi suap sebesar Rp.14,5 miliar terkait Bantuan Sosial penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di Kementerian Sosial Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso, menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 28 Januari 2021. Matheus Joko Santoso, diperiksa sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi kasus menerima atau memberi suap sebesar Rp.14,5 miliar terkait Bantuan Sosial penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di Kementerian Sosial Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus korupsi bantuan sosial atau bansos Covid-19 Matheus Joko Santoso diduga mengganti ponsel sebanyak tiga kali selama mengurus pengadaan bantuan sembako untuk masyarakat di Jabodetabek. Matheus merupakan mantan anak buah atau bawahan Juliari Batubara

    Sumber Tempo yang mengetahui proses penyidikan kasus ini menyatakan mantan Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial ini diduga mengganti telepon selulernya untuk menghilangkan catatan penerimaan uang komitmen dan penyerahan uang ke mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

    “Tujuan dari arahan tersebut ialah menghilangkan catatan terkait penerimaan uang komitmen dan penyerahan uang kepada Menteri Sosial,” kata sumber tersebut seperti dikutip pada Jumat, 19 Maret 2021.

    Matheus diduga juga menerima arahan dari PPK Kemensos Adi Wahyono untuk menghapus sejumlah percakapan dan komunikasi terkait dengan penerimaan uang komitmen dari rekanan penyedia bansos Covid-19. Selain itu, dia disebut pernah diminta untuk membanting dan mengganti laptop pribadinya dengan tujuan agar dapat menghilangkan catatan terkait penerimaan uang komitmen dan penyerahan uang kepada Juliari.

    Adapun Kemensos mengurus penyaluran bansos Covid-19 sebanyak 12 tahap pada Maret hingga Desember 2020. Peristiwa Matheus mengganti ponsel dan membanting laptop diduga terjadi dalam periode tersebut.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Matheus menjadi tersangka penerima suap di kasus bansos Covid-19 bersama dengan Juliari dan Adi Wahyono. Ketiganya diduga menerima uang dari sejumlah vendor yang memperoleh proyek pengadaan bansos Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

    KPK menyangka Juliari Batubara memerintahkan kedua PPK menarik Rp 10.000 dari setiap paket bansos Covid-19. KPK menduga total duit yang diterima Juliari adalah Rp 17 miliar.

    Baca juga: KPK Dalami Aliran Duit dari Vendor Bansos Covid-19 ke Juliari Batubara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto