Densus 88 Antiteror Tangani Bom Bunuh Diri di Makassar, Tahukah Arti 88?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Densus 88 Antiteror menggeledah dua rumah di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu 16 Oktober 2019. Penggeledahan dilakukan setelah polisi menangkap sejumlah orang di Solo dan sekitarnya sehari sebelumnya. Tempo/Ahmad Rafiq

    Densus 88 Antiteror menggeledah dua rumah di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu 16 Oktober 2019. Penggeledahan dilakukan setelah polisi menangkap sejumlah orang di Solo dan sekitarnya sehari sebelumnya. Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Irjen Pol Argo Yuwono, Kepala Divisis Humas Polri mengatakan Kepala Kepolisian Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kepala Detasemen khusus atau Densus 88 Antiteror, Brigjen Marthinus Hukom untuk berangkat ke Makassar setelah insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

    Argo Yuwono menjelaskan kronolgi kejadian bom bunuh diri itu, terjadi ketika jemaat sedang ibadah misa Minggu palma, Minggu, 28 Maret 2021. Peristiwa tersebut terjadi pukul 10.20 Wita, yang diawali dengan masuknya dua pengendara motor melalui pelataran pintu gerbang dari Gereja Katedral. Awalnya pelaku sempat dicegah oleh security gereja sebelum terjadi kejadian tersebut.

    Dalam insiden ini Argo menyebutkan ada 14 korban yang mengalami luk-luka berat dan sedang melakukan perawatan.

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md mengatakan bahwa insiden ini bisa juga mejadi upaya mengadu domba masyarakat. Mahfud mengatakan kejadian terorisme ini dapat membahayakan kesatuan negara, ideologi, keamanan, nilai-nilai keamanan, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Setiap teror yang terjadi, maka Polri menurunkan Detasemen khusus atau Densus 88 Antiteror. Satuan khusus ini dibentuk Polri untuk mengatasi masalah terorisme yang di Indonesia. Satuan ini sebagian direkrut dari pasukan Gegana dan dilatih secara khusus untuk mengatasi ancaman terorisme.

    Baca: Usai Bom Gereja di Makassar, Densus 88 Tangkap 13 Terduga Teroris di 3 Wilayah

    Satuan Antiterorisme ini awalnya dirintis oleh salah satu tokoh Jenderal Polri asal Flores, Komjen. Pol. Gories Mere. Meledaknya Bom Bali 2002 juga menjadi kisah awal dibentuknya satuan ini.

    Satuan antiteror ini terbentuk melalui Skep Kapolri No. 30/VI/2003 tertanggal 20 Juni 2003, dengan melaksanakan Undang-undang No. 15 Tahun 2003 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2002 tentang pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Di dunia UU tersebut dengan sebutan Anti-Terrorism Act.

    Untuk penamaan dengan angka 88 dibelakangnya banyak desas-desus yang mengaitkan dengan jumlah korban bom Bali dari Australia. Namun 88 itu terinspirasi dari akronim ATA (Anti-Terrorism Act) jika dieja menggunakan Bahasa Inggris menjadi Ei Ti Ekt. Pelafalan tersebut sekilas terdengar seperti eighty eight atau 88.

    Satuan antiteror atau Densus 88 Antiteror juga dilengkapi dengan persenjataan yang memadai seperti senapan serbu Colt M4, Steyr AUG, HK MP5, Armalite AR-10, dan Shotgun Remington 870.

    GERIN RIO PRANATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.