Jokowi Sebut Vaksin AstraZeneca Akan Digunakan Pondok Pesantren di Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau program vaksinasi drive thru di halaman GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 19 Maret 2021. Presiden berharap daerah lain mampu meniru model vaksinasi drive thru di Kota Bogor. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau program vaksinasi drive thru di halaman GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 19 Maret 2021. Presiden berharap daerah lain mampu meniru model vaksinasi drive thru di Kota Bogor. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapresiasi sikap Majelis Ulama Jawa Timur (MUI) Jawa Timur dan para kiai di Jawa Timur yang siap menerima vaksin AstraZeneca.

    Jokowi meminta Menteri Kesehatan segera mendistribusikan vaksin tersebut ke Jawa Timur untuk segera digunakan di pondok-pondok pesantren di tanah santri tersebut.

    "Tadi pagi saya sudah bertemu dengan MUI Jawa Timur, sudah bertemu para kiai di Provinsi Jawa Timur mengenai vaksin AstraZeneca. Beliau-beliau menyampaikan bahwa Jawa Timur siap diberi vaksin AstraZeneca dan segera akan digunakan di pondok-pondok pesantren di Jawa Timur," ujar Jokowi di sela kegiatannya meninjau proses vaksinasi massal di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin, 22 Maret 2021.

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan bahwa pihaknya bersama para kiai serta pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur sepakat menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca ini hukumnya halalan dan thoyiban. Fatwa kehalalan, kata Hasan, akan diumumkan hari ini. "Dan kami berterimakasih kepada bapak presiden apabila para santri, ustadz dan ustadzah, hafidz dan hafidzah akan segera diberi vaksin AstraZeneca ini. Kami bersyukur, mudah-mudahan ini nanti dapat ditiru oleh komponen masyarakat lain," tutur Hasan.

    DEWI NURITA

    Baca: Respon Fatwa MUI, AstraZeneca Klaim Vaksin Mereka Tidak Mengandung Babi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.