Semua Kontak Kasus Varian Baru Covid-19 di Kerawang Dites, Hasilnya Negatif

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pos pelayanan program vaksinasi Covid-19 drive thru di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Maret 2021. Tempo/M Yusuf Manurung

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pos pelayanan program vaksinasi Covid-19 drive thru di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Maret 2021. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut pemerintah sudah melakukan penelusuran terhadap semua kontak erat dua orang warga Karawang, yang sebelumnya teridentifikasi terpapar varian baru Covid-19, B117 asal Inggris. Budi menyampaikan semua kontak erat sudah dites dan hasilnya negatif.

    "Untuk dua kasus yang pertama yang datang dari Arab Saudi, kasus Karawang, semua kontak eratnya sudah dites dan mereka negatif," kata Budi Gunadi dalam konferensi virtual, Senin, 8 Maret 2021.

    Budi mengklaim, karantina yang baik di Bandara Soekarno-Hatta, sesaat mereka tiba di Indonesia, membuat varian baru virus Covid-19 itu tidak menyebar. "Jadi, Alhamdulillah karantina di Airport Soekarno-Hatta cukup baik, sehingga begitu mereka positif, stay dulu sebentar, di-refer ke rumah sakit dan akhirnya mereka sembuh dan mereka dilepas ke Karawang dalam kondisi sudah tidak menularkan penyakit," kata Budi.

    Namun, Budi juga mengumumkan ada empat warga lagi yang teridentifikasi terpapar varian baru virus Covid-19, B117 asal Inggris. Satu orang merupakan
    warga Palembang (teridentifikasi 11 Januari), satu orang warga Kalsel (6 Januari), satu orang warga Balikpapan (12 Februari) dan satu orang warga Medan (28 Januari). Budi tidak menjelaskan detail bagaimana empat orang ini bisa terpapar varian baru virus Covid-19 itu.

    "Keempatnya ini sudah dites positif genome sequencing-nya juga positif, strain baru dari UK dan mereka sudah sembuh dan sudah keluar. Untuk tindak lanjutnya kami sedang melakukan surveillance terhadap kontak erat mereka dan sedang kami kejar agar bisa kami tes," ujar Budi Gunadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.