7 Poin Pernyataan SBY Soal Terpilihnya Moeldoko dalam KLB Demokrat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menyampaikan keterangan pers terkait KLB Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jumat, 5 Maret 2021. SBY merespons KLB Partai Demokrat (PD) di Deli Serdang. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

    Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menyampaikan keterangan pers terkait KLB Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jumat, 5 Maret 2021. SBY merespons KLB Partai Demokrat (PD) di Deli Serdang. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) buka suara atas terpilihnya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat versi Kongres Luar Biasa di Sibolangit, Sumatera Utara.

    Beberapa jam setelah Moeldoko terpilih, Yudhoyono menggelar konferensi pers di rumahnya di Puri Cikeas, pada Jumat malam, 5 Maret 2021. Berikut sejumlah poin pernyataan SBY yang telah dirangkum.

    1. Berkabung

    "Hari ini kami berkabung, Partai Demokrat berkabung. Sebenarnya bangsa Indonesia juga berkabung. Berkabung karena akal sehat telah mati, sementara keadilan, supremasi hukum, dan demokrasi sedang diuji," katanya.

    2. Dituduh Play Victim

    Yudhoyono mengatakan banyak yang menuduh Demokrat hanya mencari sensasi. "Demokrat hanya play victim. KSP Moeldoko mengatakan itu hanya ngopi-ngopi, pelaku gerakan mengatakan itu hanya rapat-rapat biasa," katanya.

    3. Moeldoko Bersekongkol

    Ia mengatakan banyak yang tidak percaya bahwa Moeldoko bersekongkol dengan orang dalam. "Tapi nyatanya dengan darah dingin melakukan kudeta ini," kata dia.

    4. Malu Beri Jabatan ke Moeldoko

    Yudhoyono mengaku malu dan merasa bersalah karena beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepada Moeldoko. "Saya memohon ampun ke hadirat Allah Subhanahu wa ta'ala, Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesalahan saya itu," katanya.

    5. Kader Diminta Bersabar

    Yudhoyono pun meminta para kader bersabar. "Sebagai orang tua di partai ini, saya tetap meminta Saudara bersabar, namun gigih berikhtiar untuk mendapatkan keadilan yang sejati," ujarnya.

    6. Gangguan Belum Usai

    Ia pun yakin dunia politik tak seindah yang kita mimpikan. "Gangguan terhadap Partai Demokrat, gangguan terhadap kita semua belumlah usai," ujarnya.

    7. Serukan Peperangan

    Terakhir, SBY mengibaratkan kudeta ini sebagai peperangan. "Perang yang kita lakukan adalah perang yang dapat dibenarkan, sebuah war of necessity, sebuah just war, perang untuk mendapatkan keadilan," katanya.

    Baca juga: SBY Sebut Tak Pernah Berpikir Partai Demokrat akan Diobok-obok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.