Soal Elektabilitas Puan dan Ganjar, Hasto PDIP: Pilpres 2024 Masih Jauh

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut partainya sama sekali belum berpikir soal Pilpres 2024.

    Hal itu disampaikannya menanggapi hasil sigi sejumlah lembaga survei yang memotret elektabilitas tokoh potensial di Pilpres 2024, termasuk nama kader PDIP seperti Puan Maharani dan Ganjar Pranowo.

    "Pilpres masih jauh," kata Hasto dalam keterangannya, Ahad, 28 Februari 2021.

    Hasto mengatakan PDIP berbeda dengan parpol lain. Partai banteng, kata dia, bekerja dalam kekuatan kolektif sesuai semangat gotong-royong. PDIP tidak digerakkan oleh kekuatan orang per orang dalam pengertian individualisme. "Tetapi kami semangat gotong-royong," kata Hasto.

    ADVERTISEMENT

    Untuk itu, dibanding memikirkan soal elektabilitas bakal capres-cawapres, ujar dia, PDIP memilih untuk melakukan langkah-langkah konsolidasi. "Elektoral PDI Perjuangan itu terus meningkat, berada di nomor 1. Kami mengucapkan terima kasih. Kami terus melakukan perbaikan di internal agar semakin memenuhi harapan rakyat," ujar Hasto.

    Sejumlah survei menempatkan Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP dengan elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden potensial di Pilpres 2024.

    Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir menilai, tingginya elektabilitas Ganjar Pranowo dalam sejumlah survei, semestinya membuat PDIP mengkalkulasi ulang langkah-langkah politik yang akan diambil. Sebab, Wempy menduga nama Ganjar bukan lah prioritas pertama yang akan diusung PDIP, kendati memiliki elektabilitas yang tinggi.

    Di PDIP, kata dia, ada Puan Maharani, putri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang juga disebut-sebut sebagai salah satu calon presiden atau calon wakil presiden potensial. Wempy menengarai, ada potensi PDIP berkoalisi dengan Gerindra mengusung Prabowo Subianto dan Puan Maharani di 2024.

    "Nah, kalau PDIP memaksa untuk memajukan Puan Maharani (di Pilpres 2024), misalnya, saya khawatir akan ada manuver dari partai luar untuk men-take over Ganjar," ujar Wempy dalam sebuah diskusi daring, Jumat, 26 Februari 2021.

    Baca juga: Seloroh Susi Pudjiastuti Soal Bakal Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.