Penemuan Tulang Jari dan Rambut Menguak Pembunuhan Tukang Kredit di Sukabumi

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Sukabumi - Pembunuhan terhadap tukang kredit bernama Kasinem terkuak dari penemuan tulang jari dan rambut di bekas galian tanah di belakang rumah di Cikidang Sukabumi.

    Bermula dari kecurigaan salah seorang pencari rumput yang mencium bak tak sedap. Ia lantas melapor ke Ketua RT. Dari laporan itu warga melakukan penggalian hingga ditemukan tulang belulang manusia serta rambut yang terkubur tanah dan kayu bakar pada Jumat 19 Februrai 2021.  

    Rumah tempat tulang belulang manusia itu ditemukan adalah rumah Kasinem, 65 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kredit perabotan rumah tangga. Ia sudah tinggal disana  di Kampung Cimapag RT 03 RW 07, Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang seorang diri selama empat tahun.  

    Namun, tanpa disadari oleh warga, Kasinem tiba-tiba menghilang pada tahun 2020 lalu.

    ADVERTISEMENT

    Dian 35 tahun  salah seorang warga yang melakukan penggalian tumpukan tanah mengatakan tulang belulang dan rambut putih itu ditemukan di kedalaman satu meter. Ia mengaku sempat kaget ketika penggalian sudah sekitar satu meter ia melihat seperti tulang manusia.

    Ketika melihat tulang dan rambut itulah, Dian langsung menduga-duga bahwa itu adalah jasad Kasinem. "Kan rambutnya warna putih. Nah di situ sudah curiga bukti-bukti tulang dan rambut ini mbah Kasinem," jelasnya.

    Dian kemudian melanjutkan penggalian hingga dua meter. Ia berharap ada tulang lain yang ditemukan. Namun nihil. Ia kemudian menyerahkan temuan tulang-tulang dan beberapa helai rambut ke kepala desa.

    Menurut Dian tulang-tulang yang ia temukan itu seperti tulang jari sama rambut. Oleh Pak Kades, temuan itu dimasukan ke dalam plastik sama lalu di bawa ke RSUD Sekarwangi.

    Dian mengaku kenal dengan korban karena semasa hidup korban selalu berkomunikasi dengannya. "Saya kenal dengan Mbah Kasinem karena sering ngobrol, pernah mampir ke rumah saya juga," katanya.

    Polisi telah mengamankan seorang pria berinisial P 30 tahun. Dari keterangan sementara P menghabisi korban karena sakit hati dan masalah utang piutang. Kasus ini mengarah ke P sebab dia menjual barang-barang milik korban setelah korban menghilang.

    TERAS.ID | SUKABUMI UPDATE

    Baca Juga: Kaleidoskop 2020: Kasus Pembunuhan Terpopuler, Remaja NF, Hingga John Kei


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.