Kapolri ke Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Haedar Nashir Sampaikan 3 Hal

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat tiba di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2021. Kunjungan tersebut dalam rangka menajalani program kerja awal jabatan Kapolri serta bersilaturahmi dengan pengurus PP Muhammadiyah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat tiba di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2021. Kunjungan tersebut dalam rangka menajalani program kerja awal jabatan Kapolri serta bersilaturahmi dengan pengurus PP Muhammadiyah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir di kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Jumat, 19 Februari 2021.

    Kapolri beserta rombongan tiba di PP Muhammadiyah sekitar pukul 13.30 WIB dan mengakhiri pertemuan itu sekitar pukul 14.30 WIB. "Kapolri kulanuwun, silaturahmi kepada PP Muhammadiyah di ibu kotanya (Yogyakarta), sekaligus juga memperkenalkan program dan langkah pokok yang memerlukan sinergi dengan Muhammadiyah," kata Haedar.

    Selain memberikan selamat atas amanah baru Listyo Sigit Prabowo, menurut Haedar, Muhammadiyah juga menyampaikan tiga hal kepada Kapolri. Pertama, kata dia, di era pandemi COVID-19, Muhammadiyah bersama Polri dengan porsi dan peran masing-masing membangun jaringan untuk meningkatkan ikhtiar mengatasi pandemi Covid-19.

    "Kedua, kami mendiskusikan dan menyatukan visi bagaimana Muhammadiyah dan Kapolri bersama jajaran kepolisian di seluruh Republik Indonesia serta seluruh komponen pemerintah dan komponen bangsa meningkatkan usaha bersama untuk merekat persatuan bangsa," kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Haedar juga menjelaskan kepada Kapolri mengenai peran-peran kebangsaan di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan yang melintas batas untuk semua warga bangsa.

    "Bahkan, kami sampaikan di kawasan di mana Muhammadiyah dan umat Islam minoritas, tidak ada kendala bagi Muhammadiyah untuk hadir dengan peran-peran yang bersifat memberdayakan, memajukan, dan menyatukan kehidupan bangsa sebagaimana di Indonesia bagian timur," kata Haedar.

    Terakhir, Haedar dan Kapolri juga membahas mengenai upaya edukasi untuk mengawal ketertiban dan keamanan di era media sosial. "Di era media sosial ini bagaimana Muhammadiyah dan jajaran kepolisian terus melakukan edukasi untuk ketertiban dan keamanan serta kehidupan yang bisa saling toleran satu sama lain di tengah keragaman," kata Haedar.

    Baca Juga: Abu Janda Sebut Islam Arogan, PP Muhammadiyah Minta Belajar Ngaji Dulu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.