Prabowo: Gerindra Tak Boleh Jadi Pendendam, Kesatria Berani Tak Pernah Dendam

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Kementerian Pertahanan/TNI TA 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Kementerian Pertahanan/TNI TA 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto optimistis partainya akan terus berkembang dan lebih besar. Namun, ia mengingatkan para kadernya agar tak memelihara kebencian dan dendam di dalam diri mereka.

    "Kita tak boleh jadi partai yang memelihara kebencian dan dendam. Pendekar kesatria berani tak pernah dendam tak pernah benci. Hilangkan kebencian dari hati kita," kata Prabowo dalam pidatonya di Hari Ulang Tahun Gerindra ke-13, yang disiarkan YouTube Gerindra TV, Selasa, 9 Februari 2021.

    Prabowo mengatakan saat ini partainya sudah membangun suatu koalisi nasional yang besar. Ia mengatakan partainya diberi kehormatan, namun di sisi lain juga disorot.

    "Kita juga akan ditantang. Karena itu kader partai politik ini harus selalu waspada. harus selalu eling dan waspada. Ingat tak boleh lupa diri, tak boleh kagetan, tidak boleh besar kepala," kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Ia mengingatkan, semakin diberi kepercayaan, maka Gerindra harus rendah hati. Prabowo pun berpesan agar kadernya mengingat ilmu padi, yakni semakin berisi semakin merunduk. "Rendah hati ciri khas seorang pendekar, bukan rendah diri," kata Menteri Pertahanan ini.

    Berjuang untuk bangsa, kata dia, adalah pribadi, jati diri, dan kepribadian Partai Gerindra. Ia mengajak seluruh elemen partainya mengobarkan hal tersebut di hatinya. Selain itu juga semangat Merah Putih, semangat Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat persatuan. "Jangan mau diadu domba, jangan mau diajak ke arah kebencian," katanya.

    Ia mengingatkan Indonesia adalah bangsa yang besar, majemuk, terdiri dari banyak suku, etnis, agama dan budaya yang berbeda-beda. Namun, Indonesia punya satu cita-cita, satu kehendak untuk berbangsa dan bertanah air, satu kehendak untuk meraih kesejahteraan bersama. "Kuncinya adalah bagaimana bisakah kita sebagai bangsa mengelola kekayaan kita ini dengan sebaik-baiknya," kata Prabowo.

    Baca juga: Prabowo Sebut Jangan Mau Diadu Domba dan Diajak ke Arah Kebencian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.