Ultah Gerindra Ke-13, Prabowo: Kita Masih Belum Bisa Berkuasa dengan Mutlak

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengatakan bahwa saat ini partainya masih belum bisa berkuasa secara mutlak di Indonesia. Ia pun meminta seluruh kader partainya agar tak patah semangat dengan kondisi ini.

    "Kita rasakan sendiri kita ketahui sendiri, betapa rakyat begitu besar menaruh harapan kepada kita. Bahwa kita masih belum bisa berkuasa dengan mutlak, itu tidak menjadi sesuatu yang harus menurunkan semangat kita," kata Prabowo dalam pidatonya di Hari Ulang Tahun Gerindra ke-13, yang disiarkan YouTube Gerindra TV, Selasa, 9 Februari 2021.

    Prabowo mengingatkan Gerindra adalah partai yang bergerak atas dasar cinta tanah air, berkomitmen terhadap Pancasila dan UUD 1945. Ia menegaskan mereka ingin menjalankan pesan-pesan dan cita-cita, para pendiri bangsa.

    "Kita tetap ingin berkuasa dengan halal, dengan legitimate, dengan konstitusional, kita ingin berkuasa dengan izin rakyat, dengan perjuangan yang baik. Tapi jangan pernah ragu bahwa kita terus punya keyakinan bahwa kita mampu memperbaiki bangsa ini," kata Prabowo.

    ADVERTISEMENT

    Prabowo yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan di Pemerintahan Presiden Joko Widodo, mengatakan situasi Indonesia tengah berat-beratnya. Pandemi Covid-19 yang menghantam dunia juga perekonomiannya, juga berimbas ke Indonesia.

    Atas dasar itu, Prabowo meminta keluarga besar Gerindra agar semakin kompak, bersatu, utuh, percaya diri, dan semakin percaya pada pimpinan. Ia mengatakan partainya menjadi salah satu kekuatan yang membantu penyelesaian masalah-masalah bangsa. "Jangan ada kader kita yang justru di tengah kesulitan bangsa, kita memperparah dengan menimbulkan isu-isu atau kegaduhan-kegaduhan yang tidak perlu," kata Prabowo.

    Baca: Waketum Gerindra Pertemukan Abu Janda dan Natalius Pigai di Hotel Fairmont


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.