Terpopuler Nasional: Konflik Keraton Yogya dan Doni Monardo Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Keraton Yogya Sri Sultan HB X bersama rombongan tim kesenian Keraton usai gladi bersih latihan menari sebelum lawatan ke Amerika 5-12 November 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Raja Keraton Yogya Sri Sultan HB X bersama rombongan tim kesenian Keraton usai gladi bersih latihan menari sebelum lawatan ke Amerika 5-12 November 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua berita nasional menjadi perhatian pembaca Tempo.co dalam sehari terakhir ini. Pertama ialah soal konflik di keraton Yogyakarta. Peristiwa bermula saat Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) melakukan pemecatan terhadap dua adiknya.

    Selanjutnya ialah soal Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif Covid-19. Berikut rangkuman beritanya.

    Doni Monardo Positif Covid-19

    Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular virus corona menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan.

    “Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif Covid-19 dengan CT Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan gejala apapun dan pagi ini tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki 8 kilometer,” tutur Doni dalam siaran pers Sabtu 23 Januari 2021.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) tersebut, kini tengah melakukan isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.

    Doni yang baru kembali dari Mamuju, Sulbar, Jumat sore, menuturkan dirinya selama ini begitu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan mencuci tangan.

    Baca juga: Positif Covid-19, Doni Monardo Cerita Selalu Patuhi Protokol Kesehatan

    Pada Jumat sore, Doni Monardo dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulbar dan Kalimantan Selatan juga menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif.

    “Covid-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular. Dengan kejadian ini saya meminta masyarakat agar jangan kendor dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tuturnya.

    Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB yang juga staf khusus Doni Monardo, mendapatkan hasil tes PCR-nya negatif. Dia mengatakan selalu berada didekat Doni dalam seminggu terakhir, termasuk selalu satu mobil ketika aktivitas penanganan bencana di Mamuju, Majene dan Banjarmasin.

    Menurut Egy, Doni Monardo meninjau korban gempa Mamuju pada Jumat Sore 15 Januari 2021 kurang dari 12 jam dari saat gempa. Selanjutnya Kepala BNBP bergeser ke Banjarmasin pada Minggu (17/1) dan kembali ke Mamuju pada Selasa pagi sebelum kembali ke Jakarta, kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.