Di Balik Liputan Majalah Tempo 'Jalan Pedang Dai Kampung' yang Juara Adinegoro

Santri mengikuti materi untuk bimbingan skripsi di kampus Ma'had Aly Pesantren Kebon Jambu, Kecamatan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, 17 Juli 2020. Kegiatan belajar mengajar mulai bergeliat di awal tahu ajaran baru di lingkungan pondok pesantren dengan jumlah santri 1.700 orang ini. TEMPO/Prima mulia

TEMPO.CO, JakartaMajalah Tempo memenangi Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 Kategori Media Cetak. Liputan bertajuk “Jalan Pedang Dai Kampung” karya Devy Ernis bersama timnya, Aisha Saidra dan Dini Pramita, itu dimuat pada edisi 27 Juli 2020.

Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Wahyu Dhyatmika mengatakan liputan tersebut dibuat khusus menyambut Idul Fitri 2020. "Setiap Ramadan dan Lebaran, Majalah Tempo memang selalu mengangkat isu-isu keagamaan dengan perspektif toleransi dan penghormatan keberagaman," katanya, Jumat, 22 Januari 2021.

Wahyu mengatakan, selama ini sebagian ulama yang populer di media sosial maupun yang dikenal publik secara umum kerap menyuarakan pandangan yang keras dan eksklusif. Padahal, kata dia, tidak semua ulama Islam seperti itu.

Wartawan Majalah Tempo, Devy Ernis, yang merupakan pimpinan proyek liputan, menambahkan tim redaksi mengamati gejala intoleransi yang kian deras di masyarakat. Berdasarkan diskusi dengan sejumlah aktivis dan pegiat toleransi, juga memperhatikan konten-konten media sosial, terlihat bahwa intoleransi itu juga dipengaruhi oleh sikap para ulama.

"Di sisi lain, ada juga ulama yang bergerak melawan intoleransi. Kami meyakini, ada banyak ulama di pelosok negeri yang konsisten memperjuangkan toleransi. Aktivitas mereka jauh dari ingar-bingar pemberitaan," kata Devy.

Dalam prosesnya, Devy menjelaskan bahwa timnya menggelar riset dan berdiskusi dengan berbagai kalangan. Termasuk dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, juga akademikus dan aktivis. Hasilnya, tim mendapatkan daftar berisi puluhan nama pendakwah dari berbagai daerah.

Baca juga: Majalah Tempo Sabet Adinegoro Lewat Karya Jalan Pedang Dai Kampung.

"Kami pun mengerahkan koresponden di daerah untuk memverifikasi aktivitas dan konsistensi mereka dalam memperjuangkan toleransi. Akhirnya, ada enam tokoh yang kami anggap memenuhi kriteria tersebut," ujarnya.

Selain itu, dalam edisi khusus Majalah Tempo tersebut, Devy mengatakan bahwa timnya mencoba mengangkat peran dari ulama perempuan. Ia juga meyakini ada banyak perempuan hebat yang bergerak di bidang keagamaan dan memperjuangkan hak-hak kaum perempuan.

Baca cerita lengkapnya di Majalah Tempo berjudul "Penjaga Api Toleransi".






Sekretaris Dewan Pengarah BPIP: Agama, Etika dan Moral Jadikan Nilai Pancasila

4 hari lalu

Sekretaris Dewan Pengarah BPIP: Agama, Etika dan Moral Jadikan Nilai Pancasila

Masyarakat Bali menjadi contoh bagus terkait toleransi dan perdamaian antara agama.


Merajut Toleransi di Kota Pahlawan

18 hari lalu

Merajut Toleransi di Kota Pahlawan

Deklarasi Surabaya Damai dan Silaturahmi Toleransi Kebangsaan memperteguh hidupnya toleransi di Kota Pahlawan.


Mengenang Arie Hanggara, Bocah 7 Tahun Tewas Disiksa Ayahnya 38 Tahun Lalu

18 hari lalu

Mengenang Arie Hanggara, Bocah 7 Tahun Tewas Disiksa Ayahnya 38 Tahun Lalu

Kasus kematian Arie Hanggara pada 38 tahun lalu di tangan ayah kandungnya menjadi titik gelap dalam sejarah perlindungan anak di Indonesia.


Wartawan Tempo Jadi Salah Satu Pembicara Forum COP27 di Mesir

20 hari lalu

Wartawan Tempo Jadi Salah Satu Pembicara Forum COP27 di Mesir

Dalam Forum COP27, Majalah Tempo akan berbicara tentang liputan-liputannya yang sepanjang lima tahun ini juga berfokus pada isu-isu lingkungan.


NU dan Indonesia Berperan Penting Jaga Toleransi, Ahli: Pembelajaran Agama Harus Moderat

21 hari lalu

NU dan Indonesia Berperan Penting Jaga Toleransi, Ahli: Pembelajaran Agama Harus Moderat

Forum "Religion Twenty" (R20) jadi momentum dunia bersatu untuk menjaga kerukunan dan Indonesia memiliki peranan penting untuk jaga toleransi.


CREATE Moments: Apresiasi Karya Seniman Muda untuk Toleransi

24 hari lalu

CREATE Moments: Apresiasi Karya Seniman Muda untuk Toleransi

CREATE Moments memajang karya seni yang dibuat oleh siswa sebagai seniman muda yang mengangkat isu seputar toleransi, keberagaman, kesetaraan gender dan inklusi sosial.


Kisah Bennaya dan Bryan, Siswa SMA Kanisius yang 'Mondok' di Pesantren

26 hari lalu

Kisah Bennaya dan Bryan, Siswa SMA Kanisius yang 'Mondok' di Pesantren

Simak pengalaman siswa SMA Kanisius Jakarta yang 'mondok' di pesantren.


Fakta-Fakta Unik Lembah Baliem Papua, Pasir Putih Tanpa Pantai

28 hari lalu

Fakta-Fakta Unik Lembah Baliem Papua, Pasir Putih Tanpa Pantai

Terdapat daerah lain di Papua yang sama indahnya dengan Raja Ampat, yaitu Lembah Baliem dengan keunikan budaya dan alamnya. Berikut beberapa faktanya


Siswi Muslim Jadi Ketua Osis di SMA Katolik St. Fransiskus Saverius Ruteng

30 hari lalu

Siswi Muslim Jadi Ketua Osis di SMA Katolik St. Fransiskus Saverius Ruteng

Aprilia Inka Prasasti terpilih sebagai ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Katolik St. Fransiskus Saverius Ruteng Nusa Tenggara Timur.


4 Seruan Petani untuk 'Proyek Hijau' Michelin di Hutan Tebo Jambi

31 hari lalu

4 Seruan Petani untuk 'Proyek Hijau' Michelin di Hutan Tebo Jambi

No Deforestation, No Peat and No Exploitation adalah komitmen awal pendirian perusahaan pengembangan karet alam tersebut oleh Michelin pada 2015.