Banjir Kalsel: Air Masih Menggenangi Kota Banjarmasin

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta menggunakan perahu karet di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu, 16 Januari 2021. Sebanyak 77 personil dari Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta membawa 28 perahu karet serta perlengkapan lainnya melaksanakan misi kemanusian untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Sejumlah Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta menggunakan perahu karet di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu, 16 Januari 2021. Sebanyak 77 personil dari Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta membawa 28 perahu karet serta perlengkapan lainnya melaksanakan misi kemanusian untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Banjir Kalsel masih menggenangi sebagian jalan protokol di Kota Banjarmasin pada Senin siang, 18 Januari 2021. Air menggenangi Jalan Ahmad Yani Km 3-7, Jalan Kelayan, dan permukiman warga di Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin.

    Warga Komplek Veteran Kelurahan Sungai Jingah, Fadlan Zakiri, berkata banjir menggenangi kawasan Jalan Ahmad Yani, Sungai Lulut, dan Kelayan. “Pokoknya Banjarmasin Timur dan Selatan yang parah,” kata Zakiri kepada Tempo, Senin 18 Agustus 2021.

    Ia turut terdampak banjir di rumahnya ketika malam tiba sampai menjelang subuh. Menurut Zakiri, ketinggian air di kompleknya mencapai lutut orang dewasa saat malam. Ketinggian air yang masuk ke dapur rumahnya hingga semata kaki.

    “Kalau siang turun (airnya, red). Malam saja habis magrib sampai menjelang subuh tinggi, baru turun setelah subuh. Malam tadi dalam setengah meter lebih. Banyu dari sungai, saat sungai pasang maka air meluap,” ucap Fadlan Zakiri.

    Sadar banjir masih menggenang, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan jajarannya terpaksa membongkar median jalan di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 4 pada Senin, 18 Januari 2021. Menurut Ibnu, penjebolan median jalan karena ketinggian banjir berbeda antara sisi utara dan selatan.

    Namun, pembongkaran median jalan justru dikeluhkan seorang warga lingkungan Jalur IV Banjar Indah, Suhaidi. Ia mengaku rumahnya makin terendam satu jengkal akibat median jalan dibongkar paksa.

    Padahal, banjir sudah menggenangi lingkungan Jalur IV Banjar Indah sejak Jumat pekan lalu. Ia berharap Gubernur Kalsel, Wali Kota Banjarmasin, camat, dan lurah meninjau rumah penduduk di Jalur IV Banjar Indah.

    “Semua rumah di Jalur IV Banjar Indah tenggelam, terkecuali bangunan rumah tingkat dua. Semua kamar tenggelam akibat median jalan dari Giant dibongkar, bukan berdampak lagi. Tolong solusinya rumah kami terendam, tidak ada pengurangan air,” ujar Suhaidi.

    Ibnu Sina sadar pembongkaran median jalan memicu banjir di kawasan Pekapuran dan Kelayan. Pihaknya akan mengoptimalkan perencanaan tata kota di Kecamatan Banjarmasin Timur dan Selatan karena ada Sungai Lulut dan Sungai Veteran.

    Ia menyatakan ada 39 ribu jiwa terdampak banjir dengan 1.500-an orang mengungsi. Namun, menurut dia, konsentrasi tempat pengungsian tidak banyak karena korban banjir Kalsel mengungsi ke rumah kerabat. Pemkot tetap menyiapkan beberapa sekolah negeri sebagai lokasi pengungsian.

    "Tiga kecamatan yang terkena dampak (banjir Kalimantan Selatan) paling parah itu Timur, Selatan, dan Utara. Daerah Banua Anyar, Gunung Raya, itu yang tinggi genangan sepaha," ucap Ibnu.

    Baca juga: Jokowi: Ini Banjir Terbesar di Kalimantan Selatan Sejak 50 Tahun

    DIANANTA P SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.