11 Orang Tewas Akibat Tanah Longsor di Sumedang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tanah longsor. Tempo/Imam Hamdi

    Ilustrasi tanah longsor. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 11 warga di Desa Cihanjuang, Sumedang, Jawa Barat, tewas dalam bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu, 9 Januari 2021 malam.

    Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang pada 10 Januari 2021 dini hari mencatat ada 18 korban luka dan 11 orang meninggal.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, mengatakan bahwa longsor terjadi dua kali.

    "Longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah tidak stabil. Longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama," ujar Raditya melalui keterangan tertulis pada Ahad, 10 Januari 2020.

    ADVERTISEMENT

    Dari korban meninggal, Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban. Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespons longsoran pertama. Sementara ini, berdasarkan informasi dari BPBD, diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan.

    Pantauan BPBD setempat, korban susulan itu adalah petugas gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan warga yang menonton di sekitar lokasi. Sedangkan kerugian material, data sementara mencatat satu jembatan dan beberapa jalan terputus akibat longsor.

    Hingga tadi malam, tim gabungan masih melakukan proses pencarian dengan menekankan keamanan dan keselamatan tim.

    Saat ini, kebutuhan mendesak yaitu alat berat untuk memindahkan material longsoran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.