Pengungsi Syiah Sampang Berharap Pemerintah Pulangkan Mereka

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta kelinci membawa puluhan warga Syiah Sampang menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS), di tempat pengungsian di Rusun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo (9/7). TEMPO/Fully Syafi

    Kereta kelinci membawa puluhan warga Syiah Sampang menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS), di tempat pengungsian di Rusun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo (9/7). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Para pengungsi Syiah Sampang berhadap pemerintah memulangkan mereka ke kampung halamannya. 

    Pemimpin Syiah Sampang, Tajul Muluk, mengatakan hampir semua pengungsi di rumah susun sewa sederhana di Puspa Agro sudah berikrar untuk kembali ke ajaran Sunni. 

    "Masak orang yang bertahun-tahun mengungsi tidak dipulangkan kalau sudah tidak ada masalah," ujarnya pada Ahad, 27 Desember 2020.

    Tajul mengatakan keputusan dirinya dan pengikutnya untuk berikrar ke Sunni tidak ada tekanan dari pihak tertentu. Menurut dia, keputusan itu diambil setelah ia menelaah lebih mendalam ajaran-ajaran Sunni dan Syiah. Selain itu, yang membuatnya berubah pemahaman adalah setelah dirinya terlibat diskusi dan dialog dengan para ulama dan kiai.

    ADVERTISEMENT

    Tajul menyebut masih ada belasan pengikutnya yang tidak mau berikrar untuk kembali ke Sunni. Mayoritas mereka adalah anak-anak muda. 

    Adapun soal Menteri Agama Yaqut Cholil atau Gus Yaqut yang akan melakukan afirmasi terhadap penganut Syiah dan Ahmadiyah, Tajul menyatakan hal tersebut merupakan kewajiban yang harus dilakukan seorang Menteri Agama.

    "Saya kira karena beliau seorang Menteri Agama, ya memang harus jadi pelindung untuk semua pemeluk agama dan aliran."

    Baca cerita lengkap nasib dan keseharian para pengungsi Syiah Sampang di Koran Tempo edisi hari ini, Senin, 28 Desember 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.