Hari ini, Tommy Sumardi Jalani Sidang Tuntutan Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa perantara suap Djoko Tjandra, Tommy Sumardi menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 24 November 2020. Dalam agenda pemeriksaan saksi tersebut Tommy Sumardi didakwa menjadi perantara suap dari Djoko Tjandra ke Irjen Napoleon Bonaparte terkait penghapusan status red notice interpol. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Terdakwa perantara suap Djoko Tjandra, Tommy Sumardi menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 24 November 2020. Dalam agenda pemeriksaan saksi tersebut Tommy Sumardi didakwa menjadi perantara suap dari Djoko Tjandra ke Irjen Napoleon Bonaparte terkait penghapusan status red notice interpol. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaTommy Sumardi akan menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan pada hari ini, Selasa, 15 Desember 2020. Ia merupakan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi kepengurusan penghapusan red notice Djoko Tjandra. "Iya benar, jadwal pukul 10.00 WIB ya," ujar Kuasa Hukum Tommy Sumardi, Dion Pongkor, saat dihubungi pada Selasa, 15 Desember 2020.

    Dalam kasus ini, Tommy didakwa menjadi perantara suap Djoko Tjandra ke Inspektur Jenderal atau Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo. Ia diduga memberikan SG$ 200 ribu dan US$ 270 ribu kepada Napoleon dan US$ 150 ribu kepada Prasetijo.

    Jaksa menyebut pemberian uang kepada dua jenderal ini untuk menghapus nama Djoko Tjandra dari Daftar Pencarian Orang (DPO). Caranya dengan menerbitkan surat yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi.

    "Di mana, hasil dari penerbitan surat tersebut, Imigrasi menghapus status buron Djoko Tjandra dari sistem Enhanced Cekal System atau ECS pada Sistem Informasi Keimigrasian," ucap Jaksa Erianto saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Senin, 2 November 2020.

    Jaksa Penuntut Umum menganggap Tommy Sumardi telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?