Gibran Unggul di Solo, PDIP: Isu Dinasti Politik Tak Mempan di Kandang Banteng

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Bidang Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan PDI Perjuangan Puan Maharani (tengah) bersama Ketua bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto (kiri) dan bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kedua kanan) serta pasangan bakal calon Wali Kota Solo Achmad Purnomo (kedua kiri) dan Teguh Prakosa (kanan) berpose usai uji kelayakan dan kepatutan penjaringan calon Wali Kota Solo di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Bidang Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan PDI Perjuangan Puan Maharani (tengah) bersama Ketua bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto (kiri) dan bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kedua kanan) serta pasangan bakal calon Wali Kota Solo Achmad Purnomo (kedua kiri) dan Teguh Prakosa (kanan) berpose usai uji kelayakan dan kepatutan penjaringan calon Wali Kota Solo di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengklaim meraih kemenangan mutlak Pilkada 2020 di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto mengatakan ini menunjukkan bukti berhasilnya kaderisasi partai menyiapkan para pemimpin.

    Menurut pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini, isu-isu negatif banyak disebarkan demi mencabut akar Jawa Tengah sebagai kandang banteng. Salah satunya, kata Bambang, ialah isu dinasti politik di Pilkada Solo yang diikuti putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

    "Namun pilkada membuktikan bahwa isu itu tak mempan bagi warga kandang banteng," kata Bambang Pacul dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 Desember 2020.

    Gibran Rakabuming Raka diprediksi meraih lebih dari 85 persen suara di Pilkada Solo. Dengan tingkat partisipasi 70,71 persen, kata Bambang, keterpilihan Gibran memiliki legitimasi.

    "Dinasti kalau seperti Raja Jogja. Kalau pilkada seperti Mas Gibran ini kan pilihan rakyat. Kalau dia jelek, pasti enggak bakalan dipilih," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP ini.

    Di Jawa Tengah, Bambang melanjutkan, PDIP menang di 17 dari 21 daerah yang menggelar Pilkada 2020. Angka ini merujuk pada hasil perhitungan cepat (quick count) dan perhitungan suara sementara oleh Komisi Pemilihan Umum, serta laporan Badan Saksi Pemilu Nasional PDIP.

    Bambang mengatakan capaian ini sudah melebihi target partai. Sebelumnya, PDIP menargetkan kemenangan 60 persen di Pilkada 2020 atau sekitar 15 daerah di Jawa Tengah. Menurut Bambang, raihan tersebut kian mengukuhkan Jawa Tengah sebagai kandang banteng.

    "Kami di Jateng punya adagium banteng selalu dalam barisan. Kalau tidak dalam barisan, namanya celeng," ujar dia.

    Bedanya, kata Bambang, banteng memiliki tanduk di kepala untuk bertempur jika dalam bahaya. Sedangkan tanduk celeng terletak di mulut, fungsinya untuk mencari makan. "Kalau ada banteng tidak tegak lurus instruksi Ibu Ketua Umum, maka mereka itu celeng, jelas bukan banteng," kata Bambang.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.