Jokowi Serahkan 18 Nama Calon Anggota Ombudsman RI ke DPR, Ini Daftarnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sekretaris Negara sekaligus Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, Pratikno di kantornya, Senin, 27 Januari 2020. TEMPO/Dewi Nurita

    Menteri Sekretaris Negara sekaligus Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, Pratikno di kantornya, Senin, 27 Januari 2020. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyerahkan 18 nama calon pimpinan Ombudsman RI ke DPR, Rabu, 2 Desember 2020. Sebanyak 18 nama ini diseleksi oleh Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota Ombudsman untuk kepengurusan 2021-2026, yang sebelumnya dibentuk Jokowi.

    "Pansel anggota Ombudsman Republik Indonesia telah menyampaikan 18 nama calon anggota Ombudsman Republik Indonesia kepada bapak presiden kemudian dengan surat nomor R/46/presiden/12 tahun 2020 pada tanggal 2 Desember 2020 yang lalu presiden telah menyampaikan 18 nama tersebut kepada DPR," ujar Menteri Sekretariat Negara, Pratikno, dalam keterangannya Rabu 2 Desember 2020.

    Pansel ini diketuai oleh mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah dan wakilnya Yusuf Ateh yang merupakan Ketua Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Mereka menyeleksi nama-nama calon anggota hingga kemudian tersisa 18 orang.

    Pratikno mengatakan 18 nama tersebut kemudian akan diseleksi kembali oleh DPR untuk menjadi 9 orang saja. Nama 9 orang terpilih ini kemudian akan dikembalikan pada Jokowi untuk ditetapkan pengangkatannya melalui Keputusan Presiden.

    "Kami mengharap, menunggu keputusan DPR untuk memutuskan 9 nama dari 18 nama yang telah disampaikan oleh Presiden kepada DPR," kata Pratikno.

    Adapun ke-18 nama calon anggota Ombudsman tersebut adalah
    1. Andri Gunawan Sumianto (tenaga ahli DPR RI)
    2. Bobby Hamzar Rafinus (ASN Kemenko Perekonomian)
    3. Dadan Suparjo (Anggota Ombudsman saat ini)
    4. Hani hasjim (Konsultan komunikasi PT Redwhite Communications)
    5. Heru Setiawan (VP Kelembagaan PLN Pusat)
    6. Hery Susanto (Direktur Operasu PT Grage Nusantara Global)
    7. Indraza Marzuki Rais (Kepala SPI PT Perikanan Nusantara Persero)
    8. James Modouw (Dosen pada ISI Denpasar)
    9. Jemsly Hutabarat (Pegawai pada PT GNF Aeroasia)
    10. Johanes Widijantoro (Dosen Universitas Atmajaya)
    11. Mokh Najih (Dosen Universitas Muhammadiyah Malang)
    12. Muhammad Joni Yulianto (Konsultan pada AIPJ-Cardno Emerging Market)
    13. Noorhalis Majid (Kepala Perwakilan Kantor Ombudsman RI Kalimantan Selatan)
    14. Raminto (Dosen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)
    15. Robertus Na Endi Jaweng (Peneliti dan Pimpinan Komite Pemantauan Pelaksana Otonomi Daerah)
    16. Roby Arya Brata (ASN Sekretariat Kabinet)
    17. Ucu (ASN Sekretariat Presiden)
    18. Yeka Hendra Fatika (Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Merah Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat di Bareskrim

    Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri.