Lentera Anak: Negara Harus Tekan Risiko Kebakaran, Termasuk dari Industri Rokok

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas memasang tiang penyangga untuk perbaikan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, Pusat Laboratorium Forensik Polri menyimpulkan, sumber api dalam kebakaran gedung utama Kejagung bukan karena hubungan pendek arus listrik, melainkan karena nyala api terbuka. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pekerja beraktivitas memasang tiang penyangga untuk perbaikan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, Pusat Laboratorium Forensik Polri menyimpulkan, sumber api dalam kebakaran gedung utama Kejagung bukan karena hubungan pendek arus listrik, melainkan karena nyala api terbuka. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Lentera Anak Foundation menyatakan bahwa para perusahaan rokok harus terus mengingat resiko yang diakibatkan produknya. Apalagi, puntung rokok memang kerap menjadi penyebab timbulnya kebakaran, seperti pada kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

    "Negara harus memaksa industri rokok melakukan langkah nyata untuk menekan risiko kebakaran dan jatuhnya korban jiwa," ujar Konsultan Lentera Anak Foundation, Reza Indragiri Amriel, melalui siaran pers pada Ahad, 25 Oktober 2020.

    Sebagaimana diketahui, Polri telah mengungkap penyebab kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung, yakni bara api yang bersumber dari puntung rokok pekerja bangunan.

    Reza menilai, begitu tingginya risiko kebakaran dan maut akibat rokok, sehingga perusahaan rokok tidak bisa begitu saja lepas tangan dan menimpakan kesalahan sepenuhnya pada para perokok.

    Sehingga, Reza menyarankan agar hukuman tak hanya berhenti di pidana saja. "Industri rokok seharusnya beriklan, 'Biar kecil, puntung ya bikin kebakaran' dan sejenisnya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.