Sidang Perdana Red Notice dan Fatwa Bebas Djoko Tjandra Digelar 2 November

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus pemalsuan surat jalan, Djoko Tjandra berada di dalam mobil sebelum dibawa ke Rutan Salemba usai menjalani perlimpahan berkas di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Senin, 28 September 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tersangka kasus pemalsuan surat jalan, Djoko Tjandra berada di dalam mobil sebelum dibawa ke Rutan Salemba usai menjalani perlimpahan berkas di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Senin, 28 September 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta telah mengagendakan sidang perdana perkara dugaan suap kepengurusan penghapusan red notice Djoko Tjandra dan fatwa bebas Mahkamah Agung pada 2 November 2020 mendatang.

    "Sidang pertama direncanakan pada 2 November 2020, demikian dapat disampaikan," ujar Kepala Hubungan Masyarakat PN Jakarta Pusat Bambang Nurcahyono saat dihubungi pada Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Bambang mengatakan Pengadilan telah menerima lima berkas atas nama Djoko Tjandra, Andi Irfan Jaya, Tommy Sumardi, Brigjen Prasetijo Utomo, dan Irjen Napoleon Bonaparte pada 23 Oktober 2020.

    Pengadilan pun langsung menetapkan susunan majelis hakim yang akan menangani persidangan. "Untuk perkara di kepolisian, dipimpin oleh Ketua Majelis Bapak Muhammad Damis, lalu Bapak Saefuddin, dan Bapak Joko Subagyo," ucap Bambang.

    Adapun untuk perkara di Kejaksaan Agung, hakim yang akan memimpin adalah Eko Purwanto bersama Sunarso, Moch. Agus Salim, dan Rachdityo Pandu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siap-Siap Sekolah Saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah tatap muka setelah penutupan karena pandemi Covid-19.