Sambangi Pesantren Tebuireng, BNPT Tawarkan Pelatihan Kebangsaan untuk Ustad

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (kiri), Kepala BNPT Boy Rafli Amar (tengah) dalam FGD

    Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (kiri), Kepala BNPT Boy Rafli Amar (tengah) dalam FGD "Bahaya Virus Radikal Terorisme Sebagai Ancaman untuk Masyarakat" di Kantor BNPT, Jakarta, Rabu 10 Juni 2020. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar bertemu dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jawa Timur. Pada kesempatan ini ia mensosialisasikan pencegahan masuknya paham radikal intoleran di Jawa Timur.

    Salah satu lokasi yang dikunjungi Boy adalah Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang. "Silaturahmi yang bermanfaat ini akan terus kita sosialisasikan dengan mengedepankan nilai-nilai Islam moderat yang rahmatan lil'alamin," kata Boy dalam keterangan tertulis, Selasa 20 Oktober 2020.

    Ia menambahkan BNPT juga akan menjalin kerja sama dengan Tebuireng untuk  pelatihan wawasan kebangsaan kepada para ustad dan ustazah. Menurut Boy para pendiri pondok pesantren Tebuireng punya nilai kebangsaan yang sama dengan BNPT.

    "Semangat kebangsaan yang digalakkan oleh para pendiri pondok pesantren ini sepertinya dari sebelum hingga awal kemerdekaan republik Indonesia ini menjadi modal BNPT dalam mensosialisasikan hal serupa pada masyarakat,” ujar Boy Rafli.

    Adapun pimpinan pondok pesantren Tebuireng, Jombang K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengingatkan kepada kita dia bahwa dalam agama Islam, penting dilakukannya silaturahmi.

    "Ini suatu silaturahmi yang sangat berharga bagi bangsa ini, silaturahmi ini menghasilkan satu sinergi yang baik karena di pondok pesantren ini diterapkan pelajaran-pelajaran mengenai ukhuwah yang merupakan suatu perintah," tutur Gus Kikin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.