Program Kompetensi Penceramah Kemenag Diikuti 100 Pendakwah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penceramah membacahkan isi ceramah seusai pelaksaknaan Salat Idul Adha 1438 Hijriah, di Lapangan Mawang, Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis 31 Desember 2017. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya setiap hari raya, baik Idul Fitri dan Idul Adha, jamaah yang identik dengan pakaian serba hitam ini memang sudah dikenal lebih dulu menggelar ibadah salat tersebut. TEMPO/Iqbal Lubis

    Seorang penceramah membacahkan isi ceramah seusai pelaksaknaan Salat Idul Adha 1438 Hijriah, di Lapangan Mawang, Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis 31 Desember 2017. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya setiap hari raya, baik Idul Fitri dan Idul Adha, jamaah yang identik dengan pakaian serba hitam ini memang sudah dikenal lebih dulu menggelar ibadah salat tersebut. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama menggelar program penguatan kompetensi penceramah agama (semula bernama penceramah bersertifikat) angkatan pertama, pada Selasa, 29 September 2020. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dihadiri 100 orang penceramah dari berbagai organisasi Islam tingkat pusat.

    "Selanjutnya akan disusul angkatan kedua dengan jumlah 100 peserta lagi. Dan kemudian akan dilakukan di daerah-daerah juga," kata Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Juraidi dalam keterangan tertulis, Selasa, 29 September 2020.

    Juraidi mengatakan target penceramah yang mengikuti program ini adalah 8.000 penceramah di tingkat daerah dan 200 di tingkat pusat. Ia menyampaikan bahwa kementerian menggandeng sejumlah narasumber dalam program ini.

    Mereka di antaranya Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin yang akan menyampaikan materi tentang Arah Kebijakan Pembangunan Umat Beragama. Kemudian Menteri Agama Periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin akan menyampaikan materi tentang Relasi Agama dan Budaya. 

    Ada juga pemateri dari Staf Ahli Menteri Agama Oman Fathurahman yang akan menyampaikan materi tentang Metode Dakwah Bagi Kelompok Milenial. Kemenag juga melibatkan narasumber dari Lemhanas, BPIP, dan BNPT untuk memberikan wawasan terkini tentang kondisi bangsa Indonesia saat ini.

    Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid berharap dengan adanya penceramah agama yang mumpuni dapat menghasilkan umat beragama yang berkualitas. Penceramah agama yang mumpuni, kata dia, adalah yang mampu berbicara dengan umat melalui bahasa mereka.

    "Materi dakwah akan dapat diterima dengan baik bila disampaikan dengan cara atau metode yang tepat oleh mereka yang memiliki wawasan keagamaan luas," ujar Zainut.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.