Pelaku yang Mencoba Menipu Kaesang Pangarep Ternyata Pelajar SMP

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep berfoto di gerai yang menjual makanan ringan dan minuman berbahan pisang, Sang Pisang. Bisnis yang digagas Kaesang bersama Ansari Kadir telah memiliki lebih dari 70 cabang di Indonesia, bahkan telah ekspansi ke Kuala Lumpur, Malaysia. Instagram/@KaesangP

    Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep berfoto di gerai yang menjual makanan ringan dan minuman berbahan pisang, Sang Pisang. Bisnis yang digagas Kaesang bersama Ansari Kadir telah memiliki lebih dari 70 cabang di Indonesia, bahkan telah ekspansi ke Kuala Lumpur, Malaysia. Instagram/@KaesangP

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI menangkap empat remaja pelaku penipuan berkedok pelelangan barang di Instagram. Salah satu yang nyaris menjadi korban ialah Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan, keempat pelaku itu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    "Usianya masih 15-16 tahun. Jadi mereka dari beberapa SMP yang berbeda, tapi bergaul bersama di dunia maya, Anak-anak ini sudah pandai main di dunia maya," kata Awi saat dikonfirmasi pada Sabtu, 19 September 2020.

    Kasus penipuan ini terbongkar saat polisi mulai melakukan penyelidikan sendiri atau dikenal dengan laporan tipe A, pada 8 September 2020. Dari hasil profiling, polisi menemukan akun @luckycarsauction dan mendapati para pelaku yang rupanya tinggal di Aceh dan Medan, Sumatera Utara.

    Awi mengatakan para pelaku cukup lihai dalam menjalankan modus penipuannya. Mereka dapat meyakinkan para pembeli dengan cara menipu.

    "Mereka menjual barang seperti sepatu, sendal. Kemudian di situ korban melalukan transaksi dan mengirim sejumlah uang ke rekening tertentu, tetapi barang tidak pernah datang," ucap Awi.

    Selama melancarkan aksinya, keempat pelaku itu berhasil meraup untung hingga ratusan juta rupiah. Awi menyebut uang hasil menipu digunakan para pelaku untuk membeli kebutuhan pribadi.

    "Mereka pakai untuk foya-foya, beli pulsa, beli ponsel, jam tangan, dan lain-lain," ucap Awi. Akibat perbuatannya, para pelaku disangkakan dengan Pasal 45A ayat 1 juncto Pasal 28 ayat 1 dan atau Pasal 41 ayat 1 juncto Pasal 36 UU ITE.

    Cerita Kaesang Pangarep nyaris kena tipu ramai diperbincangkan di Twitter. Anak bungsu Presiden Jokowi itu membagikan kisahnya melalui sebuah utas yang dilengkapi keterangan dan foto tangkapan layar percakapannya dengan akun @luckycarsauction.

    "Sumpah ngakak ada yang mau nipu saya. Niatnya mau nipu karena saya menang auction. Padahal udah semangat nipu," tulis Kaesang.

    Kaesang yang sejak awal menyadari bahwa akun tersebut berniat menipu, sengaja meladeni. Namun, di tengah-tengah percakapan, ia bertanya apakah pelaku mengenal dirinya. Pelaku yang kemudian menyadari siapa Kaesang langsung meminta maaf dan memohon agar tak dilaporkan ke polisi.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.