Minggu, 20 September 2020

Ridwan Kamil: Jabar akan Sesuaikan Keputusan Final, Tapi Tak Berarti PSBB Total

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil keluar klinik  usai disuntik vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Garuda, Bandung, Jawa Barat, 28 Agustus 2020. Ridwan Kamil menjadi sukarelawan uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac bersama beberapa pejabat tinggi lainnya. Jumlah sukrelawan uji klinis sudah melewati ambang batas yaitu 1.620 orang. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil keluar klinik usai disuntik vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Garuda, Bandung, Jawa Barat, 28 Agustus 2020. Ridwan Kamil menjadi sukarelawan uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac bersama beberapa pejabat tinggi lainnya. Jumlah sukrelawan uji klinis sudah melewati ambang batas yaitu 1.620 orang. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Bekasi, Bogor, dan Depok akan menyesuaikan keputusan final pemerintah pusat terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta.

    “Apa pun yang diputuskan oleh DKI Jakarta, Jawa Barat di zona Bodebek ini akan menyesuaikan. Tapi definisi menyesuaikan itu bukan berarti pengetatan PSBB," kata Ridwan Kamil lewat keterangan tertulis pada Sabtu, 13 September 2020.

    Emil, sapaan mantan Wali Kota Bandung ini, mengatakan zona di Bodebek sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro. Ia menuturkan langkah tersebut terbukti efektif.  

    Emil mengatakan, pemerintah Jawa Barat menawarkan pada DKI Jakarta untuk penyediaan ruang isolasi di rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19.

    “Jika ruang-ruang isolasi rumah sakit di Jawa Barat dibutuhkan untuk DKI, maka kami dengan senang hati juga berkenan memberikan dukungan (bantuan ruang isolasi),” kata dia.

    Ia mengatakan, tingkat keterisian ruang isolasi rumah sakit di Jawa Barat untuk merawat pasien Covid-19 hingga saat ini mencapai 44,33 persen. Tingkat keterisian tersebut, kata dia, masih aman karena persentasenya masih di bawah standar WHO yang menetapkan tingkat keterisian harus di bawah 60 persen.

    “Kita ini harus memperbanyak kolaborasi, kurangi kata kompetisi, karena kita sama-sama NKRI,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    8 Tips Aman Mempercepat Datang Bulan

    Datang bulan yang terjadi bagi sebagian wanita dapat mengganggu aktivitas mereka. Tak sedikit yang menempuh sejumlah cara untuk mempercepat haid.