Kasus Suap PAW, Wahyu Setiawan Iri dengan Vonis Ringan Kader PDIP Saeful Bahri

Reporter

Proyektor memancarkan gambar sidang tuntutan secara virtual dengan terdakwa mantan komisioner KPU RI Wahyu Setiawan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Wahyu Setiawan dituntut delapan tahun penjara terkait kasus suap penetapan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta-Bekas Komisioner Komisi Pemilihan Umum  Wahyu Setiawan merasa tuntutan hukuman jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi kepadanya terlalu berat. Dia iri dengan tuntutan dan vonis ringan yang dijatuhkan kepada penyuapnya dan bekas kader PDIP Saeful Bahri.

"Sementara itu saudara Saeful Bahri yang berperan aktif dalam mengatur dan mendapatkan untung dari proses pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) dituntut dan dihukum jauh lebih ringan dari saya," kata Wahyu saat membacakan pleidoi lewat telekonferensi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 10 Agustus 2020.

Jaksa menuntut Wahyu dihukum 8 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 4 bulan kurungan. Jaksa juga menuntut hukuman tambahan, yakni pencabutan hak politik selama 4 tahun. Menurut Wahyu, hukuman itu sangat berat dan tidak adil.

Adapun, kader PDIP  Saeful Bahri dituntut 2 tahun 6 bulan. Pengadilan Tipikor Jakarta menghukum Saeful 1 tahun 8 bulan penjara. KPK tak mengajukan banding atas putusan tersebut. Padahal menurut Wahyu, Saeful-lah yang berperan aktif mengatur dan mendapatkan untung dari kasus suap PAW. "Saya rasakan sangat berat dan tidak adil," kata dia.

Dalam perkara ini, jaksa menyatakan Wahyu terbukti menerima suap Rp 600 juta dari kader PDIP Saeful Bahri. Suap diberikan agar Wahyu mengusahakan KPU memilih caleg PDIP kala itu, Harun Masiku , menjadi anggota DPR lewat PAW.

Selain suap, jaksa menyatakan Wahyu terbukti menerima gratifikasi sebanyak Rp 500 juta terkait seleksi anggota KPU Daerah Papua Barat periode 2020-2025. Uang diberikan melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo. Uang diduga diberikan agar Wahyu mengupayakan orang asli Papua terpilih menjadi anggota KPUD.






Surya Paloh Berencana Kunjungi Megawati, Berharap Diterima dengan Baik

4 jam lalu

Surya Paloh Berencana Kunjungi Megawati, Berharap Diterima dengan Baik

Surya Paloh berharap suasana kebatinan maupun penerimaan dari PDIP sama seperti yang dirasakannya kala menyambangi Golkar hari ini.


Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

4 jam lalu

Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

Rencana Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi yang ingin terjun ke dunia politik menuai beragam respons dari banyak parpol. Siapa siap tampung?


Koalisi Pengusung Anies Baswedan: Berapa Persentase Presidential Threshold NasDem, Demokrat, dan PKS?

10 jam lalu

Koalisi Pengusung Anies Baswedan: Berapa Persentase Presidential Threshold NasDem, Demokrat, dan PKS?

Berapa persentase presidential threshold Nasdem, PKS, dan Drmokrat untuk mengusung Anies Baswedan bakal Capres 2024?


Agenda Jokowi di Rabu Pon: Hadiri Acara Perbankan, Internal, dan Terbang ke Bali

23 jam lalu

Agenda Jokowi di Rabu Pon: Hadiri Acara Perbankan, Internal, dan Terbang ke Bali

Besok Rabu Pon, 1 Februari 2023 disebut-sebut akan jadi momen Jokowi umumkan reshuffle. Istana mengatakan agenda Jokowi besok ke Bali.


Ditanya Soal Evaluasi Menteri, Bahlil: Sesama Sopir Angkot Dilarang Saling Mendahului

1 hari lalu

Ditanya Soal Evaluasi Menteri, Bahlil: Sesama Sopir Angkot Dilarang Saling Mendahului

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara hari ini. Dia mengaku tak tahu soal isu reshuffle.


Gibran dan Megawati Bahas Kaesang Pangarep: Beliau yang Mulai Pembicaraan

1 hari lalu

Gibran dan Megawati Bahas Kaesang Pangarep: Beliau yang Mulai Pembicaraan

Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan dalam pertemuannya dengan Megawati Soekarnoputri di Semarang sempat membahas tentang Kaesang Pangarep.


Di Tengah Isu Reshuffle Kabinet, Airlangga: Politik Tunggu Rabu

1 hari lalu

Di Tengah Isu Reshuffle Kabinet, Airlangga: Politik Tunggu Rabu

Airlangga meminta media menunggu hari Rabu untuk mendapatkan kabar politik terbaru. Pernyataan ini dilontarkan di tengah isu reshuffle Kabinet


Bertemu Megawati di Semarang, Gibran Akui Dapat Pesan dan Arahan

1 hari lalu

Bertemu Megawati di Semarang, Gibran Akui Dapat Pesan dan Arahan

Gibran Rakabuming Raka mengaku mendapatkan banyak pesan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, saat bertemu di Semarang


Top Nasional: Politikus NasDem Singgung Korupsi Bansos Kader Partai Banteng, Pemuda Muhammadiyah Dukung IKN

1 hari lalu

Top Nasional: Politikus NasDem Singgung Korupsi Bansos Kader Partai Banteng, Pemuda Muhammadiyah Dukung IKN

NasDem menyinggung kasus korupsi bantuan sosial yang melibatkan Menteri Sosial Juliari Batubara yang merupakan kader PDIP di tengah isu reshuffle


Kaesang Pangarep Berminat Terjun ke Politik, Deretan Parpol yang Siap Tampung

1 hari lalu

Kaesang Pangarep Berminat Terjun ke Politik, Deretan Parpol yang Siap Tampung

Meski baru tahap penjajakan, keinginan Kaesang Pangarep terjun ke dunia politik langsung disambut sejumlah parpol