Galang Dana, Ketua PMI DKI Lelang Sepeda Brompton dengan Tanda Tangan JK

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI)  Jusuf Kalla menandatangani Sepeda Brompton milik milik Ketua PMI DKI Jakarta Rustam Effendi akan dilelang. Foto Istimewa

    Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menandatangani Sepeda Brompton milik milik Ketua PMI DKI Jakarta Rustam Effendi akan dilelang. Foto Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu unit sepeda premium merek Brompton milik Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta Rustam Effendi akan dilelang pada kegiatan donor darah komunitas pesepeda, Selasa 11 Agustus 2020. Lelang akan dimulai usai kegiatan donor darah yang diikuti ratusan pehobi sepeda ini digelar di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

    Ketua PMI DKI Jakarta Rustam Effendi mengatakan, keuntungan dari lelang ini akan didonasikan ke PMI. Harga penawaran awal sepeda ini sendiri berkisar Rp 45 juta.

    "Untuk menambah nilai jual, sepedanya sudah dibubuhi tanda tangan para tokoh. Sepeda akan dilepas ke penawar tertinggi," katanya, Senin 10 Agustus 2020.

    Sepeda ini menjadi bukan sembarang Brompton setelah ini telah dibubuhi tanda tangan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dan Sandiaga Uno. Harga penawaran awal sepeda ini sendiri berkisar Rp 45 juta rupiah.

    Rencananya, sebanyak 300 pehobi sepeda akan mendonorkan darahnya pada kegiatan tersebut. Pehobi yang berasal dari sejumlah komunitas sepeda itu, kata Rustam, merupakan komunitas yang diinisiasi oleh Sandiaga Uno. Donor darah sendiri akan berlangsung mulai Senin 10 Agustus 2020 hingga 16 Agustus mendatang.

    Selain untuk memeriahkan  acara lelang sepeda ini merupakan ajakan bagi masyarakat untuk tidak ragu mendonor. Kebutuhan darah di tengah pandemi tidak berkurang, malah semakin bertambah.

    "Kita ketahui bersama ada kekhwatiran masyarakat untuk berdonor karena pandemi, tapi kami pastikan ini aman. Tidak perlu ragu, silahkan datang, atau kami datangi” ujar Rustam. 

    ALEXANDRA HELENA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.