Reni Marlinawati Wafat, Sempat Berencana Maju Calon Bupati Sukabumi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati. Foto Istimewa

    Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati. Foto Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Almarhumah Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati meninggal dunia di usia ke-47 karena serangan jantung. Ia meninggal dunia setelah kondisinya memburuk saat akan menghadiri rapat di kantor DPP PPP.

    "Ya betul. Saya dapat informasi dari putri beliau. Infonya serangan jantung," kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi, Jumat 7 Agustus 2020.

    Sepanjang hayat Reni sempat menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI, dan kini tengah berencana maju sebagai Bupati di Kabupaten Sukabumi. Berikut profil Reni Marlinawati.

    Reni lahir di Pelabuhanratu, Jawa Barat yang menjadi bagian dari pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada 10 Maret 1973. Ia mengenyam bangku pendidikan di sana, hingga akhirnya melancong ke Bandung untuk berkuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.

    Langkah politiknya ia tekuni sejak mahasiswa. Saat itu ia bergabung dengan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia juga tercatat pernah menjadi Komite Perbankan Dewan pimpinan Nasional himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

    Masuk ke dunia politik praktis ia bersama PPP kemudian ia berhasil masuk ke Senayan menjadi anggota Komisi X DPR RI tahun 2014-2019. Ia maju dari Dapil Jawa Barat IV. Bersaing dengan Desy Ratnasari, Heri Gunawan, Dewi Asmara, dan Ribka Tjiptaning.

    Gagal kembali ke Senayan untuk periode 2019-2024, Reni kemudian berencana maju sebagai calon bupati Kabupaten Sukabumi pada Pilkada 2020 ini. Begitu informasi yang dituturkan oleh Baidowi.

    "Masih Waketum dan rencana maju di Pilkada Sukabumi," ujar Baidowi.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.