Survei SMRC: Ternyata Mayoritas Warga Belum Tahu RUU Cipta Kerja

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis memegang cermin dan poster saat menggelar aksi di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2010. Aksi dari gerakan #BersihkanIndonesia tersebut menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dengan membawa cermin yang memantulkan cahaya matahri ke gedung DPR sebagai simbolisasi bahwa legislator yang seharusnya mewakili rakyat telah disilaukan oleh kepentingan oligarki tambang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah aktivis memegang cermin dan poster saat menggelar aksi di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2010. Aksi dari gerakan #BersihkanIndonesia tersebut menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dengan membawa cermin yang memantulkan cahaya matahri ke gedung DPR sebagai simbolisasi bahwa legislator yang seharusnya mewakili rakyat telah disilaukan oleh kepentingan oligarki tambang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Hasil survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas masyarakat belum mengetahui Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja.

    "Saat ini baru 26 persen yang tahu RUU Cipta Kerja. Mayoritas warga 74 persen masih belum tahu. Ada kenaikan awarness pada RUU ini dibanding Maret lalu, tapi kenaikan itu masih sangat sedikit dalam 5 bulan terakhir," kata Direktur Riset, Deni Irvani, melalui keterangan tertulis, Selasa 14 Juli 2020.

    Deni mengatakan persentase warga yang menyatakan tahu RUU Cipta Kerja masih relatif rendah. Meskipun ada kenaikan dibanding survei sebelumnya.

    Pada Maret lalu hanya 14 persen yang mengetahui RUU Cipta Kerja. Ada kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan survei pada bulan Juli ini.

    "Pada Maret lalu hanya 14 persen yang tahu RUU Cipta kerja alias Omnibus Law, sementara sekarang sudah naik menjadi 26 persen," kata dia.

    Rendahnya angka pengetahuan masyarakat mengenai RUU ini, menurut Deni merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia mengatakan harus ada upaya menyebarkan RUU ini secara lebih luas agar masyarakat memahaminya.

    “Karena itu, kenyataan bahwa baru 26% warga yang mengetahui RUU Cipta Kerja menunjukkan bahwa ada pekerjaan rumah untuk menyebarkan informasi tentang RUU secara lebih luas dan merata agar lebih banyak warga memahaminya,” ujar Deni.

    Wawancara per telepon dilakukan pada 8-11 Juli 2020 terhadap 2.215 responden yang dipilih secara acak di seluruh Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.