Dewas KPK Proses Laporan MAKI soal Masker dan Helikopter Firli

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewan Pengawas KPK yang juga hakim Albertina Ho tiba di Istana Negara, Jakarta, Jumat 20 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    Dewan Pengawas KPK yang juga hakim Albertina Ho tiba di Istana Negara, Jakarta, Jumat 20 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta-Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi atau Dewas KPK akan memproses dua laporan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) terhadap Ketua KPK Firli Bahuri. Dua laporan itu, yakni tentang dugaan Firli tak mematuhi protokol kesehatan Covid-19, serta menggunakan helikopter.

    "Pengaduan sudah diterima dan akan diproses selanjutnya," kata Anggota Dewas KPK Albertina Ho, lewat pesan singkat, Rabu, 24 Juni 2020.

    Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris mengatakan tindak lanjut penanganan laporan ini sesuai dengan Pasal 37B ayat (1) huruf d Undang-Undang KPK. Menurutnya, Dewas akan mempelajari dan mengumpulkan fakta untuk dua aduan tersebut.

    MAKI melaporkan Firli mengenai kegiatannya saat berkunjung ke Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada Sabtu, 20 Juni 2020. MAKI menyebut Firli mengunjungi daerah itu untuk berziarah ke makam orang tuanya.

    ADVERTISEMENT

    Dalam kegiatan itu, MAKI menduga Firli tak memakai masker dan tidak menjaga jarak aman ketika berinteraksi dengan anak-anak sekitar. Selain itu, MAKI menuding Firli melanggar kode etik karena menggunakan helikopter untuk menuju Baturaja. Kode etik yang dilanggar, menurut Boyamin, ialah soal larangan bergaya hidup mewah.

    Firli menyangkal melanggar protokol kesehatan Covid-19. Dia bilang menggunakan masker jenis EA Mask dan masker hidung ketika berinteraksi dengan anak-anak. Namun, ia belum merespon terkait penggunaan helikopter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.